Akan diadili atas kasus korupsi, politikus Prancis bunuh diri
Jean Germain diduga membantu penggelapan dana pernikahan massal saat menjabat Wali Kota Loire.
Senator Parlemen Prancis, Jean Germain, kemarin malam bunuh diri menggunakan pistol di garasi. Dia mengakhiri hidupnya jelang sidang kasus korupsi yang menjeratnya ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Loire.
The Telegraph melaporkan, Rabu (8/4), kasus yang menjerat politikus Partai Sosialis ini adalah penggelapan dana pernikahan warga etnis China pada 2007 dan 2011. Ratusan warga keturunan Tionghoa itu difasilitasi pemkot untuk menikah di alun-alun. Tiap peserta membayar 3.000 Euro (setara Rp 42 juta), dengan alasan pemkot menyediakan mobil limosin. Uang yang masuk ke kas pemerintah daerah seharusnya 800 ribu Euro (Rp 11,2 miliar).
Jaksa Penuntut menemukan fakta sebagian uang itu dikorup oleh Lise Han, asisten Germain. "(Germain) terlibat dalam korupsi dan penyalahgunaan dana publik," tulis berkas tuntutan jaksa.
Germain, 67 tahun, meninggalkan catatan di dekat tubuhnya. Dalam pesan terakhir itu, dia berkukuh tidak bersalah.
Dia bersumpah tidak pernah mengambil dana itu untuk kepentingan pribadi. "Anggapan bahwa saya tutup mata atas penyalahgunaan dana publik tidak dapat ditoleransi," tulisnya.
Secara tidak langsung, dia menuding penegak hukum dan media yang sudah menganggapnya bersalah sebelum pengadilan, mendorongnya untuk bunuh diri.
Akibat skandal itu, dia tidak terpilih lagi sebagai wali kota pada 2013. Di luar itu, saksi-saksi yang memberatkan terbukti para anggota partai sayap kanan yang menjadi musuh politiknya.
Presiden Francois Hollande, sesama anggota Partai Sosialis, menilai Germain sebetulnya politikus yang hebat. Dia menyebut kasus bunuh diri ini "tragedi yang mengerikan."
Baca juga:
Pedagang muda di Pekanbaru tewas gantung diri di rumahnya
Bunuh diri lompat ke Sungai Kuantan, Sukardi belum ditemukan
Mahasiswa ditemukan gantung diri di sebuah taman di Tanjung Priok
Tengah malam, pemuda gantung diri di taman di Tanjung Priok
Cerita-cerita polisi bunuh diri
Kenapa marak keluarga lakukan bunuh diri bersama?