Cerita-cerita polisi bunuh diri
Merdeka.com - Dalam dua hari terakhir tercatat dua anggota polisi di daerah berbeda menembakkan senjata ke kepalanya. Kedua Polisi yang diketahui identitasnya tersebut adalah Bripka Oktaviano, anggota Polres Bireuen yang bertugas di Polsek Juli, Aceh dan Brigadir Arifin (40), anggota Provost Polsekta Manggala, Makassar.
Bripka Oktaviano menghabisi nyawanya dengan menembakkan timah panas dari revolveer SNW kaliber 38 yang kerap dibawanya, usai menjalani shalat Jumat. Sementara Brigadir Arifin (40) tewas menembakkan senjata ke kepalanya sendiri saat berada di kantornya Sabtu (4/4/) pukul 07.50 WITA. Belum diketahui pasti apa motif keduanya nekat mengakhiri hidupnya.
Sosiolog Musni Umar mengatakan, kasus bunuh diri yang melibatkan anggota polri ini diduga karena stres dengan adanya tekanan dari pimpinan mereka dan permasalahan lain dalam menjalankan tugasnya. Dosen UIN Syarif Hidayatullah ini menambahkan, masalah ekonomi juga dapat memicu anggota polri menjadi depresi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.
"Bisa jadi mereka stress. Namanya bawahan itu kan harus nurut perintah atasan. Mereka itu gajinya kecil sementara tugasnya berat. Makanya kadang ada polisi yang terlibat narkoba, buat nambah-nambah pemasukan. Sementara polisi yang atasan tinggal terima masukan aja dari bawahnya," kata Musni, ketika dihubungi merdeka,com, Sabtu (4/4).
Musni melanjutkan, faktor lain yang menyebabkan polisi bunuh diri adalah hubungan keluarga yang tidak harmonis yang membuat anggota polri semakin depresi dalam menjalani kehidupannya.
"Banyak problem, belum lagi masalah keluarga. Misalkan kebutuhan keluarga tidak tercukupi akhirnya nekat mencari uang dengan cara ilegal," ucapnya
Aksi Arifin dan Oktaviano menambah panjang daftar polisi bunuh diri menggunakan senjata kesatuan, yang kerap terjadi dari tahun ke tahun.
Berikut kasus bunuh diri yang dilakukan anggota polisi yang dirangkum merdeka.com
Bripka Jeremi anggota Polda Metro Jaya diduga bunuh diri karena stres
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBrigadir Jeremi Manurung, anggota Unit V Dit Reskrimum Polda Metro Jaya ditemukan tewas bersimbah darah dengan lubang peluru menganga di keningnya. Jeremi diduga tewas bunuh diri di rumahnya.Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Brigadir Jeremi selama ini dikenal sebagai penyidik terbaik."Sebab bunuh diri saat ini masih di dalami, sementara ini korban diduga stres," ujar Rikwanto, Jumat (24/5).Menurut Rikwanto, semalam yang bersangkutan masih masih bekerja di kantor bersama beberapa rekannya. Sekitar pukul 10.00 WIB, Jeremi pulang ke rumahnya di Jalan Kusen 1 RT 6 RW 2 nomor 2, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur."Sampai di rumah korban menurut keterangan istrinya langsung masuk kamar dan mengunci diri. Jeremi tidak mau buka pintu, istri korban kemudian pergi menjemput anaknya pulang sekolah," ujar Rikwanto.
Depresi karena sakit, Polisi di Medan nekat gantung diri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnggota Polsek Sunggal, Medan, Brigadir Polisi H Turnip (27) ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Jalan Saudara Ujung Gang Sahabat, Medan, Sumatra Utara. Peristiwa ini terjadi tanggal 17/6/2013 silam. Diduga penyebab dia bunuh diri, Brigadir Polisi H Turnip adalah karena depresi."Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang sudah kita hadirkan, dia positif meninggal dengan cara gantung diri. Dia gantung diri di plafon kamar mandi menggunakan tali nilon," ucap Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra.Seorang warga sekitar mengatakan Brigadir H Turnip tampak seperti orang linglung sebelum ditemukan tewas. Dia menambahkan, selama ini H Turnip terlihat depresi."Kami lihat dia mondar-mandir di depan rumahnya, seperti orang linglung. Korban itu kayak ada sakitnya. Tapi kami tidak begitu tahu permasalahannya apa," ujar seorang wanita yang tak mau menyebut nama.
Cekcok dengan istri anggota Polres Banyuwangi nekat bunuh diri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBriptu Dodik Setiawan, seorang anggota Polsek kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Polres Banyuwangi, Jawa Timur, tewas diduga bunuh diri pada Rabu (8/2/2012). Anggota kepolisian dengan NRP 79080620 itu diduga bunuh diri dengan menggunakan senjata api jenis S&W dengan nomor registrasi 62-4389 yang merupakan inventaris Mapolsek kawasan pelabuhan setempat.Peristiwa tragis itu bermula ketika sekitar pukul 14:00 WIB korban menelepon ibu kandungnya. Saat itu korban terdengar sempat meminta maaf kepada orangtuanya.Setelah itu sekira pukul 16.00 WIB korban menerima telepon dari istrinya. Terdengar sepertinya korban sedang menghadapi persoalan keluarga.Seraya berbicara dengan istrinya, korban menuju ruang Intel Mapolsek kawasan Pelabuhan Tanjungwangi dan menutup pintu ruangan. Saat itulah kemudian terdengar suara letusan senjata api dan korban sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Bunuh diri, polisi Magelang tak harmonis dengan istri pertama
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnggota Polres Kota Magelang Aiptu Joko Subandi (48) yang nekat bunuh diri dengan menembak kepala sendiri diduga karena depresi. Dugaan penyebab depresi karena ada masalah keluarga dengan istri pertamanya. Menurut keterangan warga, hubungan Joko Subandi dengan istrinya Tinjung (43) dalam kondisi tidak harmonis."Kalau nyuci saja itu nyuci sendiri dan masak masak sendiri. Jadi kan kelihatan kalau hubungannya tidak harmonis," kata salah seorang perangkat dusun Waldi saat ditemui merdeka.com disekitar rumah duka, Rabu (17/1).Dalam kesehariannya, Joko Subandi dengan warga di sekitar rumahnya di Dusun Kalimalang, Desa Kalimalang RT.07/RW II, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang dikenal sebagai sosok yang tertutup dan pendiam. "Pak Joko kalau di kampung memang sering bergaul dengan warga. Tapi orangnya tertutup. Tetapi dia punya temperamen yang sangat keras," ungkapnya.Sikap temperamental muncul setelah Joko mengidap penyakit darah tinggi. Bahkan ia sempat dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang karena mengidap penyakit tersebut.
(mdk/siw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya