LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

3 Polisi Filipina Divonis 40 Tahun Penjara Usai Bunuh Remaja Diduga Terlibat Narkoba

Tindakan itu dilakukan ketiganya pada 2017 lalu. Saat itu, kampanye anti-narkoba yang digalang Presiden Rodrigo Duterte sedang gencar dilakukan. Semua orang diduga pemakai dan pengedar narkoba dihabisi tanpa peradilan.

2018-11-29 11:30:34
Filipina
Advertisement

Pengadilan rendah Filipina menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga polisi yang terlibat pembunuhan terhadap seorang siswa menengah berusia 17 tahun. Ketiganya dinyatakan bersalah karena membunuh korban yang diduga ada kaitannya dengan narkoba.

Tindakan itu dilakukan ketiganya pada 2017 lalu. Saat itu, kampanye anti-narkoba yang digalang Presiden Rodrigo Duterte sedang gencar dilakukan. Semua orang diduga pemakai dan pengedar narkoba dihabisi tanpa peradilan.

"Ketiga perwira polisi itu dijatuhi hukuman 40 tahun penjara oleh pengadilan regional Caloocan. Mereka dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan di luar hukum dalam kampanye anti-narkoba yang telah berlangsung selama 29 bulan," demikian pernyataan pengadilan, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (29/11).

Advertisement

"Hakim pun memutuskan mereka tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan bersyarat," tambah pengadilan.

Adapun korban pembunuhan yang dimaksud adalah Kian Loyd delos Santos. Kian Loyd ditemukan tewas di sebuah lorong sepi dengan pistol di tangan kirinya. Polisi mengklaim bahwa pembunuhan itu terpaksa dilakukan untuk membela diri dari serangan korban. Namun keluarga Kian Loyd menuding polisi berbohong.

Kematian Kian Loyd pada Agustus 2017 lalu telah memicu perhatian publik dan juga para aktivis HAM. Banyak yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Kian Loyd adalah pelanggaran sistematis yang dilakukan oleh polisi dan didukung pemerintahan Duterte.

Advertisement

Dua bulan setelah kematian Kian Loyd, Duterte memerintahkan polisi untuk menghentikan operasi anti-narkoba tersebut. Namun kampanye serupa kembali dilakukan pada Desember lalu, dengan alasan keberadaan narkoba di negara tersebut semakin memperburuk situasi.

Seperti diketahui, hampir 5.000 orang telah tewas selama operasi anti-narkoba. Sebanyak 2.500 di antaranya dibunuh oleh kelompok-kelompok misterius.

Baca juga:
Bentuk Pasukan Pembunuh Untuk Habisi Kelompok Separatis, Duterte Tuai Kecaman
Izin Ekspor Freeport Belum Disetujui China dan Filipina
Duterte Kecam Latihan Militer di Laut China Selatan
Militan Abu Sayyaf bunuh lima tentara Filipina
Demi Tidur Siang, Duterte Lewatkan Serangkaian Pertemuan KTT ASEAN di Singapura
Satu Tahun Setelah Marawi, ISIS Kembali Bangkit di Filipina?

(mdk/ias)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.