Gianni Infantino Tanggapi Isu Masalah Visa ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026: FIFA Bukanlah Otoritas Global
Gianni Infantino, Presiden FIFA, mengimbau semua pihak agar tetap tenang menghadapi berbagai masalah visa yang muncul menjelang Piala Dunia 2026.
Gianni Infantino, Presiden FIFA, mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dalam menghadapi berbagai masalah visa yang muncul menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Ia menegaskan FIFA terus berupaya mencari solusi, namun tidak memiliki otoritas untuk mengatur kebijakan imigrasi di negara manapun.
Pernyataan ini disampaikan oleh Infantino dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Mexico City pada Rabu, 10 Juni 2026, menjelang kick-off Piala Dunia. Dia menekankan bahwa FIFA bukanlah lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menginstruksikan pemerintah atau aparat penegak hukum di negara tertentu.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk memberikan waktu dan ruang bagi proses penyelesaian yang sedang berlangsung di belakang layar.
“Kami selalu berusaha mencari solusi. Namun, kami juga harus menghormati fakta kami bukan penguasa dunia yang bisa mengatur pemerintah, polisi, atau pihak berwenang lainnya. Kami adalah organisasi olahraga dan berusaha melakukan yang terbaik dengan kemampuan yang kami miliki,” kata Infantino.
Kasus Wasit dari Somalia Sedot Perhatian Publik
Komentar ini muncul setelah terungkapnya kasus Omar Artan, seorang wasit asal Somalia yang seharusnya mencetak sejarah sebagai pengadil pertama dari negaranya yang berpartisipasi di Piala Dunia.
Artan telah masuk dalam daftar resmi wasit FIFA untuk Piala Dunia 2026, namun impiannya harus tertunda setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul.
Seorang pejabat dari Amerika Serikat menyatakan bahwa penolakan tersebut terkait dengan dugaan hubungan Artan dengan individu yang diduga terhubung dengan organisasi teroris. Infantino, Presiden FIFA, menyampaikan rasa penyesalan atas insiden ini, tetapi menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kontrol penuh terhadap keputusan yang diambil oleh otoritas imigrasi.
"Apa yang terjadi pada Omar memang sangat disayangkan. Namun, kami tidak mengendalikan segalanya. Kami akan berdiskusi dan melihat kemungkinan solusi yang bisa ditemukan," ujarnya.
Pernyataan Kontroversial
Menarik untuk dicatat, Infantino pernah membuat pernyataan yang menarik perhatian dengan meminta semua pihak untuk "bersantai" dalam menghadapi situasi tersebut. Ia berpendapat bahwa reaksi yang berlebihan dan emosional justru dapat memperumit proses penyelesaian masalah yang ada.
"Terkadang, langsung berteriak dan meluapkan kemarahan justru memberikan efek sebaliknya dalam menemukan solusi. Kami terus bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada," tambahnya.
Beberapa waktu kemudian, Infantino diminta untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud dari pernyataannya tentang "bersantai".
Ia menegaskan bahwa yang dimaksud bukanlah untuk membiarkan masalah tanpa tindakan, melainkan untuk memberikan kepercayaan kepada FIFA yang sedang berupaya menyelesaikan masalah di balik layar. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang tenang dalam menghadapi tantangan yang ada, agar solusi yang diinginkan dapat tercapai dengan lebih efektif.
Klaim FIFA soal Iran
Infantino menekankan keberhasilan FIFA dalam mendukung partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026, meskipun hubungan politik antara Iran dan Amerika Serikat masih dipenuhi dengan ketegangan.
"Saya tidak mengatakan kita harus diam dan tidak melakukan apa pun. Maksud saya adalah percaya bahwa kami sedang bekerja untuk memahami situasi dan mencari solusi terbaik," ujarnya.
"Fakta bahwa Iran bisa datang dan bermain di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kami terus berusaha menyelesaikan berbagai persoalan yang ada."
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan politik, FIFA tetap berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua tim berpartisipasi dalam kompetisi internasional. Dengan langkah ini, diharapkan hubungan antarnegara dapat membaik melalui olahraga, yang sering kali menjadi jembatan penghubung di antara perbedaan.
Tidak Menyesal Memilih Amerika Serikat
Walaupun berbagai masalah terkait visa terus muncul, seperti pemindahan markas latihan Timnas Iran ke Tijuana, Meksiko, serta kasus Omar Artan, Gianni Infantino menegaskan tidak merasa menyesal telah menunjuk Amerika Serikat sebagai salah satu dari tiga tuan rumah Piala Dunia 2026. Ia berpendapat bahwa tantangan semacam itu adalah bagian dari kenyataan dalam menyelenggarakan acara olahraga terbesar di dunia.
Piala Dunia 2026 akan diadakan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain isu visa, FIFA juga sedang menghadapi kritik terkait harga tiket Piala Dunia 2026 yang dianggap terlalu tinggi. Saat ini, terdapat beberapa penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas hukum di California, New Jersey, New York, dan Texas mengenai kebijakan penjualan tiket untuk turnamen tersebut.
Namun, Infantino menyatakan bahwa ia tidak merasa khawatir.
"Kami sangat tenang menghadapi hal ini karena sebelum menjual tujuh juta tiket, kami sudah berkonsultasi dengan pengacara dan para ahli terbaik," ungkapnya.
Pria asal Swiss itu juga menjelaskan bahwa dari sekitar 800 ribu tiket yang terjual untuk pertandingan di Los Angeles dan San Francisco, hanya ada empat pelanggan yang mengajukan keluhan.
Menurut Gianni Infantino, semua masalah tersebut bahkan telah diselesaikan sebelum penyelidikan resmi dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa FIFA berusaha untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam proses penjualan tiket, sehingga para penggemar dapat menikmati Piala Dunia dengan lebih baik.
Perdebatan Mengenai Harga Tiket
FIFA telah menetapkan harga tiket untuk pertandingan Piala Dunia 2026, dengan tarif awal mulai dari 140 dolar AS. Di sisi lain, tiket untuk kategori tertentu pada partai final yang akan berlangsung di New Jersey pada 19 Juli 2026 sempat mencapai harga yang sangat tinggi, yaitu 8.680 dolar AS.
Kebijakan penetapan harga ini mendapatkan kritik dari berbagai pihak karena dianggap terlalu mahal bagi banyak suporter. Menanggapi hal tersebut, FIFA mengambil langkah dengan menyediakan tiket khusus seharga 60 dolar AS melalui federasi sepak bola nasional, guna membantu para pendukung tim yang berpartisipasi.
Rata-rata harga tiket turnamen berada di bawah 500 dolar AS dan ia menilai harga tersebut masih sebanding dengan tiket pertandingan playoff dari berbagai kompetisi olahraga besar di Amerika Serikat. Piala Dunia 2026 akan resmi dimulai pada Jumat (11/6/2026) dini hari WIB di Estadio Azteca, Mexico City, dengan laga pembuka yang mempertemukan tim Meksiko melawan Afrika Selatan. Dengan demikian, FIFA berusaha untuk menciptakan akses yang lebih baik bagi para penggemar sambil tetap mempertahankan standar yang ada.