PBVSI Lakukan Acara Pembubaran Timnas Voli Putra Indonesia U-21, Ajang Apresiasi dan Evaluasi
PBVSI telah menyelenggarakan acara pembubaran Timnas Voli Putra Indonesia U-21 yang telah selesai berlaga di Kejuaraan Dunia Voli Putra U-21 2025.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) melaksanakan acara pembubaran Timnas Voli Putra Indonesia U-21, Selasa (2/9/2025), setelah merampungkan misi di Kejuaraan Dunia Voli Putra U-21 2025 di Jiangmin, China.
Dalam acara ini, hadir para atlet, pelatih, staf kepelatihan, serta jajaran pengurus PP PBVSI. Wajah para pemain muda yang baru saja mencetak sejarah dengan tampil di ajang bergengsi untuk kelompok usia U-21 tersebut tampak dipenuhi dengan campuran rasa haru dan bangga.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, dalam sambutannya menegaskan rasa syukur atas pencapaian Timnas Voli Putra Indonesia U-21 yang berhasil finis di peringkat 19 dari total 24 tim yang berpartisipasi.
Meskipun target awal adalah menembus 16 besar, Imam menilai pencapaian tersebut tetap layak untuk diapresiasi.
"Kami patut bersyukur. Kalian sudah berjuang dengan segala kemampuan. Ranking 19 dunia bukan sesuatu yang mudah apalagi ini adalah pengalaman pertama kalian di ajang sebesar ini. Yang lebih penting kalian pulang dengan selamat dan penuh semangat untuk terus belajar," ujar Imam dalam sambutannya.
Di samping mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih, Imam juga menekankan pentingnya evaluasi dan introspeksi bagi tim. Ia menyatakan bahwa evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar Timnas Voli Putra Indonesia U-21 dapat berkembang menjadi tim yang lebih tangguh di masa mendatang.
4 Faktor yang Dievaluasi
Imam menekankan beberapa aspek penting untuk evaluasi, salah satunya adalah perbaikan pada penerimaan bola (receipt). Ia menunjukkan kelemahan dalam penerimaan bola pertama dapat mengganggu alur permainan, sehingga pengumpan kesulitan memberikan bola yang baik.
"Kami perlu benahi receipt, karena dari situlah alur permainan bisa dibangun. Jika bola pertama tidak stabil maka serangan berikutnya juga tidak maksimal," ujarnya.
Poin evaluasi kedua adalah pentingnya menjaga konsentrasi saat tim sudah unggul. Imam mencatat bahwa pemain sering kali kehilangan fokus ketika berada dalam posisi unggul, yang dapat memberikan kesempatan kepada lawan untuk bangkit dan membalikkan keadaan.
"Beberapa kali kita kehilangan momentum karena kurang disiplin ketika memimpin. Ini harus menjadi catatan besar. Konsistensi adalah kunci," tambahnya.
Selanjutnya, Imam juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik dan menghindari cedera. Ia menegaskan bahwa manajemen fisik sangat krusial bagi atlet muda agar mereka terbiasa menjaga kebugaran tubuh, termasuk melakukan pencegahan cedera selama pertandingan.
Poin terakhir yang disampaikan adalah perlunya fokus hingga akhir pertandingan. Ia mengingatkan bahwa mental juara harus selalu dikembangkan.
"Jangan puas ketika sudah unggul. Fokus harus dijaga sampai peluit akhir dibunyikan," tegasnya.
Proyeksi untuk Proliga, SEA Games, dan Timnas Senior
Imam Sudjarwo menjelaskan rencana pengembangan PBVSI dalam menyiapkan timnas voli Indonesia U-21 untuk masa depan. Timnas voli putra U-21 akan berpartisipasi dalam Proliga 2026 dengan nama Garuda Jaya untuk ketiga kalinya.
"Timnas U-21 diproyeksikan untuk tampil di ajang Proliga 2026 dengan nama tim Garuda Jaya. Hal ini bertujuan agar para pemain muda terbiasa menghadapi atmosfer kompetisi profesional dalam negeri. Kami ingin anak-anak ini mendapatkan jam terbang lebih. Proliga akan menjadi wadah terbaik. Dengan nama Garuda Jaya, mereka akan terbiasa menghadapi tekanan, suporter, dan dinamika kompetisi profesional," kata Imam.
Selain itu, mereka juga akan dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam SEA Games 2025 di Thailand. Beberapa pemain U-21 akan diseleksi untuk memperkuat timnas di ajang tersebut. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman internasional lebih awal kepada pemain-pemain yang memiliki potensi.
"Kami akan seleksi siapa saja yang layak masuk timnas senior ke SEA Games. Ini bagian dari regenerasi yang berkesinambungan," ujar Imam. Di tahun-tahun mendatang, Timnas Voli Indonesia juga akan berpartisipasi dalam Asian Games. Dalam waktu dekat, kejuaraan Livoli akan digelar, di mana para pemain Timnas Voli Putra U-21 akan bermain untuk tim yang berbeda.
Untuk pemain yang tidak masuk dalam tim yang bertanding, mereka tetap akan terlibat dalam kompetisi Piala Ketua Umum PBVSI agar seluruh pemain mendapatkan pengalaman bertanding.
Saya merasa bangga
Di sisi lain, Manajer Timnas Voli Putra Indonesia U-21 mengungkapkan kebanggaannya terhadap usaha yang telah dilakukan oleh para pemainnya. "Mereka sudah menunjukkan semangat pantang menyerah. Walau masih ada banyak yang harus dibenahi, saya yakin generasi ini akan menjadi tulang punggung timnas di masa depan," ujarnya. Dalam acara tersebut, hadir pula perwakilan dari PP PBVSI, seperti Wakil Ketua Umum Eddy Sunarno, Dewan Pengawas Robert Kodong dan Bambang Suedi, serta Ketua Bidang Binpres Adang Ginandjar dan Wakil Sekjen Gilang Iskandar.