LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA
  2. INDONESIA

Juventus Dibantai 0-4 Atalanta, Kekalahan Terburuk di Kandang Sejak 1967

Pelatih Juventus, Thiago Motta, merasa sangat kecewa setelah timnya kalah 0-4 dari Atalanta.

Senin, 10 Mar 2025 12:11:00
juventus
Dihajar Atalanta 0-4, Kekalahan Terburuk Juventus di Kandang Sejak 1967, Ini Kata Thiago Motta (© 2025 Bola.net)
Advertisement

Pelatih Juventus, Thiago Motta, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah timnya, Bianconeri, mengalami kekalahan telak dengan skor empat gol tanpa balas melawan Atalanta. Ia menjelaskan bahwa kekalahan ini disebabkan oleh hilangnya keseimbangan tim setelah mereka tertinggal akibat penalti yang diberikan kepada lawan.

Mateo Retegui menjadi pencetak gol pertama melalui penalti, diikuti oleh gol-gol dari Marten de Roon, Davide Zappacosta, dan Ademola Lookman. Penampilan buruk Juventus di babak kedua membuat sebagian penonton memilih untuk meninggalkan stadion setelah gol keempat dicetak.

Motta mengakui bahwa timnya mengalami kesulitan mental setelah kebobolan gol pertama. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kekalahan kali ini tidak seburuk kekalahan yang mereka alami saat melawan Empoli, yang berakibat pada tersingkirnya Juventus dari Coppa Italia.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kekalahan yang menyakitkan, masih ada pelajaran berharga yang bisa diambil untuk memperbaiki performa di masa depan. Tim harus segera bangkit dan fokus pada pertandingan berikutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Advertisement

Kekalahan menyakitkan dari Atalanta

Juventus menunjukkan penguasaan bola yang cukup dominan dalam pertandingan, namun sayangnya, hal tersebut tidak diimbangi dengan terciptanya peluang-peluang yang berkualitas. Sementara itu, Atalanta berhasil memanfaatkan setiap kesalahan yang dibuat oleh Juventus dengan sangat efisien, terutama melalui serangan balik yang sangat mematikan.

Gol penalti yang dicetak oleh Retegui menjadi momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan. Setelah gol tersebut, Juventus kehilangan keseimbangan mereka dan memberikan kesempatan bagi Atalanta untuk mencetak lebih banyak gol. Motta, pelatih Juventus, mengakui bahwa timnya terlalu terburu-buru dalam upaya mengejar gol, sehingga pertahanan mereka menjadi sangat rentan.

Advertisement

“Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi setelah penalti, segalanya berubah. Kami mencoba menyerang, tetapi itu justru membuat kami kehilangan keseimbangan,” kata Motta kepada DAZN.

Perbandingan dengan kekalahan melawan Empoli

Kekalahan dengan skor 4-0 ini mencatatkan rekor sebagai kekalahan terburuk Juventus di markas sendiri dalam ajang Serie A sejak bulan Oktober tahun 1967. Meskipun demikian, pelatih Motta menolak untuk mengaitkan kekalahan ini dengan kekalahan yang dialami timnya saat melawan Empoli di ajang Coppa Italia.

Ia berpendapat bahwa kedua kekalahan tersebut terjadi dalam konteks yang sangat berbeda. Menurutnya, kekalahan melawan Atalanta lebih disebabkan oleh kesalahan dalam taktik dan mentalitas tim, sedangkan kekalahan dari Empoli terasa lebih menyakitkan karena menyebabkan Juventus tersingkir dari kompetisi.

“Ini kekalahan yang tidak kami sukai, tetapi saya tidak menyamakannya dengan kekalahan dari Empoli. Situasinya berbeda. Tim kami mulai dengan baik, tetapi penalti mengubah segalanya,” tegas Motta.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia ingin menekankan perbedaan dalam situasi yang dihadapi oleh timnya dalam kedua pertandingan tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya analisis yang mendalam terhadap setiap kekalahan yang dialami, serta bagaimana faktor-faktor tertentu dapat mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Pelajaran Penting dari Gasperini

Thiago Motta pernah berkesempatan bermain di bawah bimbingan Gian Piero Gasperini ketika keduanya berada di Genoa. Dalam laga tersebut, Motta menjadi sasaran dari strategi cemerlang yang diterapkan oleh mantan pelatihnya itu.

Atalanta menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan memanfaatkan setiap kesalahan yang dilakukan oleh Juventus. Gasperini berhasil menyusun taktik yang memungkinkan timnya untuk mengendalikan jalannya pertandingan, terutama pada babak kedua.

"Kami tahu Atalanta sangat kuat dalam serangan balik. Sayangnya, kami tidak bisa menjaga keseimbangan setelah kebobolan pertama,” ujar Motta, yang menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi timnya.

Nasib Juventus di Serie A

Kekalahan yang dialami oleh Juventus semakin memperburuk posisi mereka dalam upaya meraih gelar Scudetto. Dalam situasi tersebut, Motta menegaskan bahwa timnya perlu segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Fiorentina.

Advertisement

Meskipun menghadapi tantangan, Motta tetap memiliki keyakinan terhadap potensi yang dimiliki oleh para pemain muda Juventus. Ia berharap bahwa pengalaman pahit yang dialami timnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi setiap pemain. “Kami harus bangkit dan melanjutkan perjalanan. Tim ini masih muda, dan mereka akan belajar dari kekalahan ini,” pungkas Motta.

Berita Terbaru
  • BGN Pastikan Kabar Penyaluran Dana SPPG Dihentikan Hoaks, Layanan Tetap Berjalan
  • Agustina Arumsari Ungkap Hal Ini Jadi Fokus Dibenahinya Usai Jabat Wakil Kepala BGN
  • BGN Benahi Tata Kelola MBG, Fokus pada Efektivitas Program dan Pemerataan Manfaat
  • Nanik Sebut Waka BGN Mayjen Trenggono Sudah Ajukan Pengunduran Diri dari TNI
  • Buru Barang Bukti Korupsi MBG, Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta
  • atalanta
  • berita paham
  • juventus
  • konten ai
  • merdekabola
  • serie a
Artikel ini ditulis oleh
Editor Eko Prasetya
E
Reporter Editor Bolanet
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.