LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA

Duh! Final Liga Champions Bisa jadi Perpisahan Simone Inzaghi dengan Inter Milan, Ada Apa?

Inzaghi memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih ketiga Inter Milan yang meraih gelar Liga Champions, setelah Helenio Herrera dan Jose Mourinho.

Sabtu, 31 Mei 2025 20:04:59
liga champions
Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA) (Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA))
Advertisement

Para penggemar Inter Milan kini memiliki harapan yang tinggi terhadap 'Iblis dari Piacenza'—sebutan untuk Simone Inzaghi, pelatih yang ekspresi dinginnya sempat viral saat menatap Federico Chiesa. Di bawah kepemimpinannya, para pendukung Nerazzurri kembali bermimpi untuk menguasai Eropa.

Pada malam Sabtu waktu Munich, Inter akan berlaga di final terbesar sepak bola klub Eropa untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, berhadapan dengan Paris Saint-Germain. Setelah mengalami kegagalan yang menyakitkan saat melawan Manchester City di Istanbul tahun lalu, musim ini menjadi taruhan besar bagi Inter, terutama karena mereka juga gagal di liga dan Coppa Italia.

Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada laga final itu sendiri, tetapi juga pada masa depan Inzaghi. Terdapat spekulasi bahwa pelatih berusia 48 tahun ini menerima tawaran menarik dari klub Arab Saudi. Jika kabar tersebut benar, pertandingan di Munich mungkin menjadi penampilan terakhirnya bersama Inter.

Apapun hasilnya, Inzaghi berpotensi menjadi pelatih ketiga Inter yang berhasil meraih gelar Liga Champions, mengikuti jejak Helenio Herrera dan Jose Mourinho. Dalam empat tahun masa jabatannya, mantan pelatih Lazio ini telah berhasil memberikan gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan dua kali membawa Inter ke final Liga Champions.

Advertisement

Perjalanan Inter di musim ini juga sangat mengesankan, berhasil menyingkirkan dua tim favorit juara, Bayern Munchen dan Barcelona. Kemenangan atas Barcelona bahkan dianggap sebagai salah satu duel knockout terbaik dalam sejarah Liga Champions. Namun, di luar Italia, Inzaghi sering dianggap tidak mendapatkan pengakuan yang seharusnya.

Pelatih yang Tetap Memiliki Semangat sebagai Pemain

Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA) Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA)

Kapten Inter, Lautaro Martinez, yang kini termasuk dalam jajaran tujuh striker terbaik dunia menurut FourFourTwo, mengungkapkan kekagumannya terhadap pelatih Simone Inzaghi. "Saya rasa dia memang kurang dihargai. Rahasianya, dia masih berpikir seperti pemain, jadi dia sangat memahami kami. Saya sangat beruntung, karena dia juga seorang striker, jadi dia membuat saya bermain lepas dan bahagia," ujar Lautaro.

Advertisement

Banyak pemain Inter yang memberikan pujian kepada Inzaghi, tidak hanya sebagai pelatih yang hebat, tetapi juga sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan para pemain. Sikapnya yang humble inilah yang membuatnya tetap bersikap sederhana, meskipun telah mencapai banyak prestasi yang mengesankan.

Perjalanan Karier yang Tidak Terduga

Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA) Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA)

Karier pelatih Inzaghi di Serie A dimulai dengan cara yang tidak terduga. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain di Lazio, ia mengambil alih tim Primavera dan berhasil membawa mereka meraih gelar Coppa Italia U-19 untuk pertama kalinya dalam 35 tahun. Keberhasilannya tersebut membuatnya dipercaya untuk menangani tim utama setelah pemecatan Stefano Pioli pada tahun 2016. Situasi semakin rumit ketika pelatih baru, Marcelo Bielsa, memilih mundur hanya 48 jam setelah diangkat, sehingga Inzaghi pun diangkat menjadi pelatih kepala.

Di Lazio, ia mengembangkan pola permainan 3-5-2 yang kini menjadi ciri khasnya. Dalam sistem ini, bek tengah yang mampu membangun serangan dengan baik, wing-back yang memiliki kecepatan tinggi, gelandang yang kreatif, serta striker yang tajam menjadi pilar utama. Selama menjabat sebagai pelatih, ia berhasil meraih Coppa Italia, dua gelar Supercoppa Italiana, dan membawa Lazio mencapai babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya sejak tahun 2007. Banyak pengamat yang berpendapat bahwa jika musim 2019/20 tidak terhenti akibat pandemi COVID-19, Lazio di bawah asuhan Inzaghi berpotensi besar untuk meraih gelar juara Serie A, mengingat saat liga dihentikan, mereka hanya tertinggal satu poin dari Juventus.

Tantangan yang Sulit Dihadapi Inter

Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA) Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA)

Pindah ke Inter terjadi setelah Antonio Conte mengundurkan diri karena ketidakpuasan terhadap kebijakan transfer klub. Inzaghi langsung dihadapkan pada tantangan yang cukup berat, seperti kepergian Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi, serta adanya keterbatasan anggaran akibat kesepakatan dengan UEFA. Namun, berkat kerjasama dengan direktur Giuseppe Marotta, Inter berhasil mendatangkan pemain-pemain berkualitas secara gratis, termasuk Hakan Calhanoglu, Andre Onana, Henrikh Mkhitaryan, Marcus Thuram, dan Yann Sommer.

Meskipun harus berhemat, Inzaghi mampu membawa Inter bersaing di papan atas. Dalam musim debutnya, tim hanya terpaut dua poin dari juara, diikuti dengan pencapaian final Liga Champions kedua pada musim kedua, dan meraih gelar Serie A di musim ketiga. Di musim keempat, mereka kembali mencapai final Eropa. Namun, musim ini juga diwarnai dengan kekecewaan besar, yaitu kegagalan meraih Scudetto setelah dua kali kehilangan keunggulan melawan Lazio di pekan-pekan akhir. Banyak yang percaya bahwa hasil di Munich akan menentukan nasib musim ini dan masa depan Inzaghi di klub.

Apakah jadi Laga Terakhir bagi Inter dan Inzaghi?

Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA) Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan. (X @InterMilanFRA)

Skuad Inter saat ini memang mengalami proses penuaan, dan spekulasi mengenai kepergian Inzaghi menambah suasana 'now or never' di ruang ganti tim. Jika ia berhasil membawa timnya menjuarai Liga Champions, Inzaghi mungkin akan memilih untuk pergi dengan status sebagai legenda klub, terutama jika tawaran besar dari luar Eropa benar-benar datang.

Masih menjadi misteri mengapa Inzaghi belum mendapatkan pengakuan secara global. Mungkin hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ia belum pernah melatih di luar Italia, atau mungkin karena ia bukan tipe pelatih yang suka mencuri perhatian seperti Klopp atau Mourinho. Ia lebih memilih untuk bekerja di balik layar, dan hal ini sangat dihargai oleh para pemainnya. Kapten Lautaro Martinez mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari Inzaghi, sementara Matteo Darmian menyebutnya sebagai "pelatih hebat sekaligus pribadi yang luar biasa." Mantan pemilik Inter, Massimo Moratti, dan legenda pelatih Fabio Capello juga tidak ragu untuk memuji dedikasinya.

Advertisement

Sumber: FourFourTwo, New York Times

Berita Terbaru
  • FOTO: LRT Jabodebek Dukung Transportasi Publik di Festival IWE 2026
  • Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
  • Anggota KKB Dilumpuhkan Saat Hendak Kabur ke Hutan di Timika
  • Pemkab Tulungagung Targetkan Rehabilitasi Jembatan Junjung Tuntas Akhir 2026
  • Polres Pidie Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Geumpang, Aceh
  • berita analisis
  • inter milan
  • konten ai
  • liga champions
  • merdekabola
  • simone inzaghi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dian Rosadi
G
Reporter Gregah Nurikhsani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.