LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA
  2. BOLA DUNIA

7 Pemain Sepak Bola Tak Mau Egois, Siap Berkorban Besar untuk Kesuksesan Tim

Berikut adalah tujuh pemain sepak bola yang dianggap tidak mementingkan diri sendiri, melainkan rela berkorban demi kesuksesan tim.

Minggu, 06 Apr 2025 18:37:00
pemain sepak bola
Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) (© 2025 Bola.com)
Advertisement

Beberapa pemain sepak bola menunjukkan sikap egois yang cukup tinggi. Terkadang, mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi, yang dapat merugikan tim, meskipun ada kalanya hal tersebut justru menguntungkan. Pada dasarnya, sifat sepak bola adalah olahraga yang mengutamakan kerja sama.

Setiap pemain memiliki peran spesifik yang menjadi keahlian mereka untuk memperkuat tim. Mereka perlu bersatu dan berkolaborasi untuk meraih kesuksesan, terutama dalam era permainan modern di mana taktik sangat menentukan hasil.

Namun, terdapat pengecualian terhadap prinsip ini. Keegoisan beberapa pemain terkadang justru membawa mereka meraih kesuksesan yang lebih besar. Meskipun demikian, umumnya, untuk mencapai keberhasilan, seorang pemain harus siap mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi demi tim. Tujuh pemain ini mungkin telah melakukannya lebih dari yang lain.

Mereka sering kali bermain di posisi yang bukan spesialisasi mereka, memberi kesempatan kepada orang lain untuk bersinar, atau bahkan tidak mencapai potensi maksimal karena keinginan untuk membantu tim meraih kemenangan.

Advertisement

N'Golo Kante

Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) © 2025 Bola.com

Di luar arena pertandingan, pemain asal Prancis ini dikenal sebagai sosok yang pemalu dan tidak suka menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengendarai Mini Cooper, sementara banyak rekannya lebih memilih mobil-mobil sport yang mencolok.

Namun, saat berada di lapangan, sosok bertubuh kecil ini berubah menjadi raksasa yang mendominasi lini tengah dengan semangat dan ketekunannya. Meskipun keberhasilannya sangat dihargai dan ia diakui sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Premier League, Kante tetap tidak menginginkan sorotan publik. Ia bahkan terlalu malu untuk mengangkat trofi kemenangan, lebih memilih agar rekan-rekannya yang menikmati momen kebanggaan tersebut.

Advertisement

Mesut Ozil

Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) © 2025 Bola.com

Dalam hal performa di lapangan, terdapat pendapat yang menyebutkan bahwa Mesut Ozil mungkin lebih layak berada di urutan teratas daftar ini. Playmaker asal Jerman ini sering kali lebih memilih untuk memberikan assist kepada rekan-rekannya dibandingkan mencetak gol untuk dirinya sendiri.

Namun, di luar arena pertandingan, kadang muncul keraguan mengenai sikap mantan pemain Arsenal tersebut. Ada juga anggapan bahwa dalam beberapa pertandingan penting, Ozil cenderung menghindari kontak fisik dan tidak ingin terlibat dalam pertempuran yang sengit.

Reputasi inilah yang menyebabkan juara Piala Dunia 2014 tersebut mengalami penurunan. Meskipun demikian, kreativitas dan keinginannya untuk memanfaatkan bakatnya demi kepentingan tim membuat Ozil tetap mendapatkan posisi di sepuluh besar.

Son Heung-min

Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) © 2025 Bola.com

Sepanjang kariernya di Tottenham Hotspur, Son Heung-Min sering kali berperan sebagai pendukung utama bagi Harry Kane, yang bisa dianggap sebagai bintangnya. Meskipun ia adalah pemain bertalenta kelas dunia, Son menghabiskan banyak tahun terbaiknya untuk membantu Kane, tanpa berhasil meraih satu pun trofi.

Setelah kepindahan Kane ke Bayern Munchen, Son menjadi sorotan utama di Spurs. Sebagai kapten tim, ia membawa tanggung jawab besar di pundaknya, tetapi hal itu tidak membuatnya menjadi pemain yang egois. Ia tetap berusaha keras dan berkomitmen untuk melibatkan rekan-rekannya dalam permainan seperti sebelumnya.

Roberto Firmino

Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) © 2025 Bola.com

Ketika Anda berpartisipasi dalam trio penyerang yang terdiri dari Mohamed Salah dan Sadio Mane, bisa dikatakan bahwa gol-gol tersebut sudah diprediksi berkat kontribusi kedua penyerang tersebut. Dengan demikian, peran Roberto Firmino sebagai penyerang tengah dalam strategi Jurgen Klopp menjadi tidak biasa, tetapi sangat krusial.

Sebagai seorang pencipta peluang yang lebih dari sekadar pencetak gol, Firmino telah menetapkan standar baru sebagai 'false nine'. Dia rela mengorbankan statistik pribadinya demi memberikan kesempatan bagi pemain seperti Salah dan Mane untuk menjadi sorotan utama dalam tim.

Thomas Muller

Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) © 2025 Bola.com

Sepanjang kariernya, Thomas Muller menghabiskan waktu di satu klub, tetapi ia tidak pernah menjadi pilihan utama di Bayern Munchen. Striker berkebangsaan Jerman ini telah mengabdikan diri untuk klub dan tim nasional selama bertahun-tahun, serta dikenal memiliki kecerdasan yang diakui sebagai salah satu yang terbaik dalam dunia sepak bola modern. Namun, semua pencapaiannya itu tidak membuatnya menjadi sorotan utama.

Di Bayern, selalu ada pemain lain yang lebih menonjol dalam aspek penyerangan dibandingkan Muller, dan perannya adalah untuk mendukung mereka. Contoh pemain tersebut antara lain Arjen Robben, Franck Ribery, Robert Lewandowski, dan Harry Kane.

Meski demikian, bukan berarti penyerang berpengalaman ini pernah mengeluh tentang posisinya. Muller memahami perannya dengan baik dan telah menjadikan dirinya salah satu pemain sayap terbaik berkat dedikasinya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya.

Ia selalu berusaha maksimal, terlepas dari siapa yang menjadi bintang di lapangan. Keberadaan pemain-pemain hebat di sekitarnya justru memotivasi Muller untuk terus berkontribusi secara signifikan bagi tim. Dengan sikap yang positif dan kerja keras, ia telah membuktikan bahwa peran pendukung pun bisa sangat berharga dalam kesuksesan tim.

Karim Benzema

Ketika bermain di lini depan yang juga diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, Anda mungkin perlu mengambil langkah mundur dan memberi kesempatan kepada pemenang Ballon d'Or lima kali itu untuk menunjukkan kemampuannya. Karim Benzema berhasil melakukannya dengan sangat baik, mengorbankan potensinya agar Ronaldo dapat bersinar lebih terang.

Akibatnya, ia berhasil mengantongi berbagai penghargaan kolektif. Namun, tidak ada yang benar-benar mengetahui seberapa besar kemampuan yang ditahan Benzema hingga Ronaldo meninggalkan Bernabeu. Tanpa kehadiran Ronaldo atau Gareth Bale, serta dengan pemain pengganti seperti Eden Hazard yang tidak mampu memberikan performa terbaik, pemain asal Prancis ini harus mengambil alih dan bertransformasi menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Transformasi ini membawanya meraih gelar Liga Champions tambahan tanpa dukungan rekan-rekan setimnya yang terkenal, dan akhirnya ia memenangkan Ballon d'Or sendiri setelah bertahun-tahun melihat Ronaldo meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan Benzema menunjukkan bahwa ia mampu bersinar meskipun harus beradaptasi dengan situasi yang ada. Hal ini juga membuktikan bahwa bakatnya tidak dapat dipandang sebelah mata, dan kini ia telah mengambil tempat yang layak di antara para pemain terbaik dunia.

Wayne Rooney

Striker Real Madrid Karim Benzema. (JAVIER SORIANO / AFP) © 2025 Bola.com

Apakah Wayne Rooney mengorbankan bakatnya demi Cristiano Ronaldo? Sebelum Karim Benzema, ada sosok Wayne Rooney. Di usia 18 tahun, banyak orang meyakini bahwa remaja berbakat ini sudah menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Rooney seakan ditakdirkan untuk meraih kesuksesan dan banyak penghargaan individu. Meskipun ia berhasil meraih beberapa penghargaan, ambisinya untuk menang justru membuatnya kehilangan lebih banyak prestasi pribadi. Namun, Rooney tidak terlalu memikirkan hal itu. Ia lebih mengutamakan kemenangan tim dibandingkan pencapaian individu.

Artinya, jika ia harus bermain di posisi yang berbeda, ia akan melakukannya. Jika harus menjadi pemain kedua setelah Cristiano Ronaldo atau Robin van Persie, ia akan menerima peran tersebut. Semua pengorbanan ini menghalanginya untuk benar-benar menjadi ikon generasinya, bersanding dengan Ronaldo dan Lionel Messi. Bisa dikatakan, tidak ada pengorbanan yang lebih besar untuk mencapai kesuksesan dalam sepak bola.

Advertisement

Sumber: Give Me Sport

Berita Terbaru
  • Survei Poltracking: 75,4 Persen Publik Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo di Bidang Kesehatan
  • Direktur Utama BRI Hery Gunardi Sebut Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
  • Dendam karena Ibu Dihina, Pemuda di OKU Selatan Tega Habisi Nyawa Tetangganya
  • Reaksi Bupati Gowa Banyak Jemaah Haji Berpakaian 'Nyentrik' Usai Tiba dari Tanah Suci
  • Draf RUU Polri Usulkan Masa Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang hingga Usia 63 Tahun
  • berita paham
  • konten ai
  • merdekabola
  • pemain sepak bola
Artikel ini ditulis oleh
Editor Eko Prasetya
Y
Reporter Yus Mei Sawitri
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.