4 Pelatih yang Pernah Mengungguli Pep Guardiola di Klasemen Liga
Pep Guardiola diakui sebagai salah satu pelatih terhebat di dunia.
Pep Guardiola diakui sebagai salah satu pelatih terkemuka di dunia sepak bola. Namun, hanya sejumlah kecil manajer yang mampu mengalahkan dirinya dalam kompetisi meraih gelar liga. Selama kariernya yang gemilang di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City, Guardiola telah berhasil meraih 12 gelar liga dalam 15 musim.
Hanya tiga kali tim yang dilatihnya tidak berhasil menyelesaikan musim di posisi teratas. Saat ini, daftar kemenangan tersebut berpotensi bertambah dengan adanya Arne Slot, Mikel Arteta, dan Nuno Espirito Santo yang juga bersaing ketat. Tim-tim seperti Liverpool, Arsenal, dan Nottingham Forest menunjukkan performa yang sangat mengesankan.
Di sisi lain, Manchester City kini berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam perburuan gelar. Mereka saat ini menempati posisi kelima, dengan selisih enam poin dari Nottingham Forest, tujuh poin dari Arsenal, dan 22 poin dari Liverpool. Berikut adalah empat manajer yang berhasil menempatkan tim mereka di atas Guardiola.
Jose Mourinho
Jose Mourinho bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2010 dengan tujuan untuk mengakhiri dominasi Barcelona. Pada tahun pertamanya, ia berhasil membawa Madrid meraih kemenangan di Copa del Rey setelah menaklukkan Barcelona di partai final.
Di musim berikutnya, Mourinho kembali menunjukkan kemampuannya dengan mengantarkan Los Blancos meraih gelar La Liga, mencatatkan rekor 100 poin dan mencetak 121 gol. Meskipun Lionel Messi berhasil mencetak 50 gol di liga, Barcelona harus puas finis sembilan poin di belakang Madrid.
Persaingan yang ketat dengan Mourinho membuat Pep Guardiola merasa kelelahan. Sebelum musim berakhir, ia memutuskan untuk mundur dan memilih untuk beristirahat selama setahun di New York.
Antonio Conte
Pep Guardiola bergabung dengan Manchester City pada musim panas tahun 2016 setelah meraih kesuksesan di Bayern Munich. Di musim pertamanya di Premier League, ia memulai dengan mencatatkan enam kemenangan berturut-turut. Namun, performa timnya mengalami penurunan pada musim gugur, yang menyebabkan Guardiola mengalami satu-satunya musim tanpa meraih trofi dalam kariernya.
Sementara itu, Chelsea yang dilatih oleh Antonio Conte menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Conte mengubah taktik tim dengan menerapkan formasi tiga bek, yang berhasil membawa Chelsea meraih 13 kemenangan berturut-turut. Akhirnya, The Blues berhasil menjadi juara liga dengan mengumpulkan 91 poin, unggul 15 poin dari Manchester City.
Mauricio Pochettino
Chelsea bukanlah tim yang sendirian berada di atas Manchester City pada musim pertama Guardiola. Pada musim 2016/2017, itu menjadi satu-satunya kesempatan di mana City tidak berhasil menempati posisi dua besar. Tottenham yang dilatih oleh Mauricio Pochettino berhasil menjadi runner-up dan merupakan satu-satunya pesaing Chelsea.
Para pemain seperti Harry Kane, Dele Alli, Son Heung-min, dan Christian Eriksen menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan total 69 gol dan 35 assist. Spurs berhasil menghentikan start sempurna City dengan meraih kemenangan 2-0 dan juga menahan mereka dengan hasil imbang 2-2 di Etihad Stadium. Akhirnya, City harus puas finis di posisi ketiga, tertinggal delapan poin dari Spurs.
Jurgen Klopp
Setelah menunggu cukup lama, Jurgen Klopp akhirnya berhasil membawa Liverpool meraih gelar juara. Ia datang ke Inggris lebih dahulu dibanding Guardiola dan pada musim penuh pertamanya, timnya menempati posisi keempat. Pada musim 2018/2019, Liverpool berhasil mengumpulkan 97 poin, tetapi sayangnya mereka kalah satu poin dari City. Meskipun demikian, Liverpool bangkit kembali dan mendominasi musim selanjutnya.
Dalam 27 pertandingan pertama, Liverpool hanya kehilangan dua poin dan mengakhiri musim dengan total 99 poin. Sementara itu, City tertinggal jauh dengan selisih 18 poin, meskipun mereka berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 4-0 setelah gelar juara sudah dipastikan. Sumber: Planet Football