Renungan Hidup, Deddy Mizwar Akui Sudah Mempersiapkan Makam Sejak Dini
Deddy Mizwar menegaskan bahwa ketakwaan merupakan modal utama bagi manusia dalam menghadapi Sang Khalik.
Ramadan bukan hanya sekadar waktu untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual bagi Deddy Mizwar. Ia melihat bulan suci ini sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan ketakwaan.
Menurut Deddy, ketakwaan merupakan bekal penting bagi manusia untuk menghadapi Sang Khalik. Ia percaya bahwa nilai religius adalah satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan umat manusia di akhirat nanti.
"Harapannya satu, Allah memberikan ketakwaan bagi kita. Karena itu bekal untuk kita bawa setelah kehidupan fana di dunia ini," ungkap Deddy Mizwar di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Selasa (10/3).
Kesadaran Deddy Mizwar akan bertambahnya usia membuatnya memiliki pandangan yang lebih sederhana dan pasrah terhadap kehidupan. Ia merasa tidak lagi memiliki ambisi duniawi yang berlebihan.
"Mau apa lagi? Sudah kepala 7 soalnya. Tinggal menunggu waktunya semua. Setiap makhluk bernyawa pasti mati," jelasnya.
Alih-alih merasa cemas tentang masa depan, Deddy memilih untuk memperbanyak ibadah dan mengingat Tuhan. Baginya, memikirkan kematian dapat berfungsi sebagai pengingat agar manusia selalu berusaha berbuat baik.
"Tinggal menunggu waktu ke arah kematian saja. Lebih banyak ingat mati lebih bagus," kata Deddy Mizwar.
Persiapan Deddy dalam menghadapi kematian tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga fisik. Suami Giselawati Wiranegara ini telah membeli sebidang lahan pemakaman khusus.
"Sudah, sudah, keburu sudah. Sudah, kita sudah beli 'rumah' (makam) di Karawang," kata Giselawati.
"Sudah, sudah benaran sudah. Pasti ke sana, pasti ke sana," tambah Deddy Mizwar, menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan diri menghadapi masa yang akan datang.
Generasi muda dapat mengambil langkah lebih awal
Walaupun demikian, Deddy Mizwar memahami bahwa umur yang berkaitan dengan misteri ilahi tidak dapat diprediksi oleh manusia. Di sisi lain, dia juga mengakui bahwa usianya saat ini tidak lagi muda.
"Yang muda bisa duluan juga sih, cuma kan kepala 7 sudah hitung saja jari, menunggu waktunya saja," imbuh Deddy Mizwar.
Pada Lebaran mendatang, kami hanya bertiga
Perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini akan memiliki nuansa yang berbeda bagi keluarga Deddy Mizwar. Ia tidak dapat merayakan Lebaran dengan seluruh anggota keluarga di rumahnya.
"Lebaran nanti kita cuma bertiga saja sama anak yang kecil. Yang dua lagi, satu masih di Amerika, satu lagi di Bali mau menyusul juga ke Amerika. Jadi cucu-cucu enggak ada nih tahun ini Lebaran. Sepi. Biar mereka jalan-jalan mumpung lagi di sana," kata dia.
Keluarga besar Deddy Mizwar harus merayakan Lebaran dengan kehadiran yang terbatas tahun ini. Hanya ada tiga orang, termasuk anak yang paling kecil, yang akan berkumpul di rumahnya.
"Lebaran nanti kita cuma bertiga saja sama anak yang kecil. Yang dua lagi, satu masih di Amerika, satu lagi di Bali mau menyusul juga ke Amerika. Jadi cucu-cucu enggak ada nih tahun ini Lebaran. Sepi. Biar mereka jalan-jalan mumpung lagi di sana," katanya.