Raffi Ahmad Melayat ke Rumah Duka Nayato Fio Nuala, Beri Penghormatan Terakhir
Raffi Ahmad hadir untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada sutradara Nayato Fio Nuala di rumah duka Boen Tek Bio.
Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, mengunjungi rumah duka Boen Tek Bio Karawaci Ilir, Tangerang, Banten, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sutradara Nayato Fio Nuala.
Jenazah Nayato Fio Nuala disemayamkan di lokasi tersebut, dan Raffi Ahmad yang mengenakan kemeja putih lengan panjang serta celana abu-abu dengan sneakers putih, tiba di rumah duka disambut oleh pihak keluarga. Ia menyampaikan rasa belasungkawa dan berbincang sejenak dengan keluarga yang ditinggalkan.
Setelah itu, Raffi Ahmad meninjau jenazah Nayato Fio Nuala yang terletak dalam peti berbalut kain putih. Di sekitar peti, terdapat sejumlah karangan bunga, lentera, tanda salib, serta foto kenangan dari sutradara film Cinta Pertama dan Hantu Jeruk Purut. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram terverifikasi pada Selasa (21/4/2026), Raffi Ahmad terlihat menatap jenazah Nayato Fio Nuala di dalam peti dan berdiri di depan peti untuk memberikan penghormatan terakhir.
Ia menuliskan, “Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian beliau. Sosok baik dan penuh jasa yang akan selalu dikenang oleh banyak orang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.”
Raffi Ahmad juga menambahkan, “Penghormatan terakhir untuk beliau. Salah satu orang yang berjasa dalam hidup saya. Gone too soon, Nayato Fio Nuala (Najanto Lisa).” Hingga saat artikel ini ditulis, pihak keluarga Nayato Fio Nuala belum memberikan pernyataan resmi terkait berpulangnya sang sutradara. Kehilangan ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan rekan-rekan di industri film.
Ajak Raffi Ahmad untuk terlibat dalam dunia seni
Nayato Fio Nuala telah meninggal dunia pada hari Sabtu, 18 April 2026. Kabar duka ini disampaikan oleh Raffi Ahmad melalui media sosial. Sultan Andara mengungkapkan bahwa Nayato Fio Nuala merupakan salah satu sosok yang sangat berpengaruh dalam hidup dan kariernya.
“Beliau adalah sosok sutradara yang pertama kali mengajak saya masuk ke dunia entertainment / sinetron/ film, saat saya masih berusia 13 tahun. Pertama kali saya shooting, pertama kali saya belajar, semua bersama beliau,” tulis Raffi Ahmad dalam cuitannya.
Kepergian Nayato Fio Nuala membawa kesedihan yang mendalam bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah bekerja sama dengannya. Karya-karya beliau telah memberikan inspirasi dan kontribusi besar dalam industri hiburan. Banyak yang mengenang jasa dan dedikasinya selama berkarya di dunia perfilman. Semangat dan pengaruhnya akan selalu diingat oleh generasi penerus yang terinspirasi oleh karya-karyanya.
Berbagai kenangan membawa banyak pelajaran
Banyak kenangan, banyak pelajaran, dan begitu banyak kebaikan yang beliau tinggalkan. Sosok yang bukan hanya membuka jalan, tapi juga memberi makna dalam perjalanan hidup saya,
ucap bintang film 40 Hari Bangkitnya Pocong. Dengan debutnya di layar lebar melalui film The Soul, karier penyutradaraan Nayato Fio Nuala melesat pesat setelah sukses dengan Cinta Pertama (2006) yang dibintangi oleh BCL dan Ben Joshua. Film ini juga dikenal luas karena menampilkan lagu soundtrack "Cinta Pertama (Sunny)" yang menjadi fenomenal dan banyak diingat oleh penonton.
Nayato Fio Nuala memiliki rekam jejak yang menarik
Pada tahun yang sama, Nayato Fio Nuala berhasil menarik perhatian di Festival Film Indonesia. Ia mendapatkan nominasi Piala Citra untuk kategori Sutradara Terbaik melalui film Ekskul, yang dibintangi oleh Ramon Y Tungka. Nayato Fio Nuala kemudian dinyatakan sebagai pemenang Sutradara Terbaik.
Selain itu, film Ekskul juga dinobatkan sebagai Film Terbaik. Namun, dua kemenangan tersebut kemudian dicabut setelah adanya protes keras dari para seniman yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia.