Intip Masjid Estetis dan Nyaman yang Didirikan Zaskia Adya Mecca di Jagakarsa
Zaskia Adya Mecca memulai proyek pembangunan masjid di Jagakarsa dengan dukungan dana dari kitabisa. Lihatlah desain masjid yang nyaman dan estetis ini.
Zaskia Adya Mecca, seorang aktris dan pengusaha, saat ini sedang mewujudkan sebuah cita-cita besar yang berawal dari niat yang tulus. Ia tengah membangun sebuah masjid di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang dinamakan Masjid Al Lail. Proses pembangunan tempat ibadah ini menarik perhatian publik karena penuh dengan inspirasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Proyek pembangunan masjid ini bermula dari keprihatinan Zaskia akan sulitnya akses menuju masjid di sekitar kantornya di Jagakarsa.
Hal ini membuatnya berpikir, betapa bermanfaatnya jika ada masjid baru yang dapat diakses dengan mudah di tengah kawasan permukiman yang padat. Keputusan untuk mendirikan masjid ini pun mendapatkan dukungan yang tak terduga dari komunitas dan para donatur, sehingga saat ini, wujud masjid yang dibangun oleh Zaskia Adya Mecca di Jagakarsa mulai terlihat nyata, menjadi simbol kebersamaan dan amal jariyah. Seperti apa potretnya? Yuk, simak!
Berawal dari rasa cemas di Jagakarsa
Selama dua tahun bekerja di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Zaskia Adya Mecca merasakan ketidaknyamanan yang tidak bisa diabaikan. Perasaan ini dituangkan dalam surat terbuka untuk penggalangan dana yang diposting di laman Kitabisa pada 30 Agustus 2023. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan bahwa meskipun kawasan tersebut padat dengan permukiman dan aktivitas masyarakat, akses menuju masjid di sekitarnya sangat terbatas.
Untuk melaksanakan salat berjamaah, Zaskia dan rekan-rekannya harus berjalan cukup jauh hingga ke ujung jalan raya dan menyeberang di jalan yang ramai dengan kendaraan. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga berisiko, terutama bagi orang tua dan anak-anak.
Menurut keterangan warga setempat, masjid terdekat adalah satu-satunya tempat ibadah yang dapat dijangkau. Sebelumnya, terdapat jalan pintas yang memudahkan akses ke masjid, namun akses tersebut ditutup setelah pemilik lahan menjual area sekitarnya.
Sejak penutupan itu, banyak warga yang memilih untuk beribadah di rumah karena khawatir akan keselamatan saat menyeberang jalan. Dari situ, timbul keinginan untuk mendirikan masjid baru di tengah kampung yang dapat diakses oleh semua kalangan. Ia pun mulai merancang rencana untuk mewujudkan rumah ibadah yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Gambar Masjid yang Didirikan oleh Zaskia Adya Mecca di Jagakarsa
Niat baik yang dimiliki Zaskia disambut dengan berbagai kemudahan. Di bulan Ramadan, ia memutuskan untuk membeli sebidang tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan masjid. Tak lama setelah itu, Zaskia bertemu dengan arsitek Julian Palapa beserta tim @hello.design, yang berkomitmen untuk memberikan desain masjid secara sukarela tanpa biaya.
Bahkan, banyak warga yang datang ke kantor Zaskia dengan membawa amplop berisi tabungan mereka sebagai sumbangan ikhlas untuk mendukung pembangunan tersebut.
Terinspirasi oleh semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat, Zaskia mengajak semua orang untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini. Ia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin memberikan kontribusi, baik berupa dana maupun doa.
Dengan langkah ini, Zaskia Adya Mecca berharap masjid yang ia dirikan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial yang dinamis di tengah komunitas Jagakarsa.
Tampilan depan masjid mengusung desain silinder dengan material yang diekspos
Fasad Masjid yang Menarik Perhatian
Fasad masjid ini segera mencuri perhatian berkat bentuk utamanya yang menyerupai silinder atau menara melingkar dengan ketinggian yang mencolok. Desain fasad yang digunakan mencerminkan visi arsitektur yang modern, minimalis, dan unik. Meskipun pembangunan belum sepenuhnya selesai, esensi desainnya sudah terlihat jelas, berani, dan berbeda dari masjid konvensional umumnya. Material yang diterapkan juga mendukung kesan tersebut, yaitu beton ekspos berwarna abu-abu monokromatik. Tekstur beton yang kasar dan belum sepenuhnya halus memberikan nuansa industrial yang sedang tren saat ini.
Keberadaan Pohon Besar di Dalam Masjid
Di tengah bangunan, baik di lantai dasar maupun lantai atas, terdapat pohon besar yang sengaja dipertahankan dan dikelilingi oleh struktur bangunan. Pohon ini mencerminkan konsep arsitektur biophilic yang menekankan hubungan manusia dengan alam. Kehadiran pohon ini diharapkan dapat menciptakan suasana tenang yang mendukung kekhusyukan saat beribadah.
Desain Interior yang Menarik
Struktur interior masjid ini ditandai dengan dominasi garis-garis melengkung yang lembut, menciptakan kontras menarik dengan tekstur beton kasar di bagian luar. Kurva ini dapat dilihat pada pinggiran lantai atas dan tangga, dengan atrium melingkar yang dramatis memotong bagian tengah bangunan. Atrium ini menciptakan ruang vertikal yang menghubungkan semua lantai, berfungsi sebagai saluran sirkulasi udara alami yang optimal.
Desain Skylight yang Mencolok
Di atas ruang kosong ini, atap masjid dirancang dengan struktur skylight berupa kisi-kisi logam yang akan dilapisi kaca, memastikan cahaya matahari alami dapat masuk dengan melimpah ke dalam ruang ibadah. Cahaya yang masuk, pilar-pilar silinder yang ramping, dan pintu lengkung yang elegan semakin memperkuat kesan ruang yang luas, terang, dan penuh kontemplasi.
Secara keseluruhan, masjid ini merupakan wujud nyata dari arsitektur modern minimalis yang berhasil menyandingkan material mentah (beton ekspos) dengan bentuk-bentuk kurva yang elegan, menjadikannya tempat ibadah yang berfokus pada cahaya alami dan integrasi dengan alam.
Silakan ajukan pertanyaan umum mengenai topik ini
Siapa yang menjadi penggagas pembangunan masjid di Jagakarsa? Masjid ini didirikan berkat inisiatif Zaskia Adya Mecca.
Di mana tepatnya masjid yang didirikan oleh Zaskia Adya Mecca berada? Lokasi masjid ini terletak di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Apa sebutan untuk masjid yang didirikan oleh Zaskia Adya Mecca? Masjid tersebut dinamakan Masjid Al Lail.