Andre Taulany dan Erin Resmi Bercerai, Sepakati Harta Bersama dan Hak Asuh Anak
Setelah Andre Taulany mengucapkan ikrar talak, isu mengenai pembagian harta bersama dan hak asuh anak menjadi perhatian utama dalam perceraian.
Selain masalah perpisahan, isu mengenai pembagian harta dan hak asuh anak juga menjadi perhatian dalam perceraian Andre Taulany dan Rien Wartia Trigina, yang akrab disapa Erin.
Namun, Andre menegaskan bahwa semua urusan terkait harta telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan mantan istrinya telah tercapai, sehingga tidak akan ada lagi sengketa di masa depan. Mengenai rincian pembagian, Andre memilih untuk tidak mengungkapkannya karena dianggap sebagai hal yang bersifat pribadi dan bukan untuk konsumsi publik.
"Untuk keterkaitan soal gana-gini dan lain sebagainya, itu semua sudah disepakati dengan baik. Dua belah pihak juga sudah berdamai untuk itu. Jadi sudah tidak ada lagi persoalan," kata Andre Taulany di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Rabu (3/12).
"Sudah, sudah. Semua sudah dituangkan di kesepakatan. Ah kalau itu (detailnya) enggak bisa. Karena ranahnya pribadi, enggak boleh," ia menambahkan.
Andre juga memastikan bahwa komunikasi dengan mantan istrinya akan tetap terjalin dengan baik demi kepentingan anak-anak mereka. Mereka sepakat untuk mengurus anak-anak bersama agar tetap mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua.
"Oh itu pasti (komunikasi). Enggak mungkin kita putus komunikasi karena biar bagaimanapun kita sekarang menjadi co-parenting, partner untuk mendampingi anak-anak sampai di sana," ujar Andre Taulany. Dengan demikian, Andre menunjukkan komitmennya untuk menjaga hubungan yang baik demi kesejahteraan anak-anak mereka meskipun telah berpisah.
Andre Taulany memberikan kebebasan penuh kepada anak-anaknya
Andre Taulany memberikan kebebasan penuh kepada anak-anaknya untuk memilih tempat tinggal. Ia membiarkan mereka menentukan apakah ingin tinggal bersama ayah atau ibu mereka kapan saja.
"Dikasih kebebasan. Dalam keputusan memang tidak ada hak asuh ke saya atau ke istri, karena mereka semua juga sudah usianya di atas 12 tahun. Jadi mereka diberikan kebebasan untuk mau ke mamanya, atau ke papanya, terserah. Anak-anak santai kok. Kalau pas lagi ke saya ya ke saya, kalau ke mamanya ya ke mamanya," jelas Andre Taulany.
Dengan pendekatan ini, Andre berharap anak-anaknya merasa nyaman dan tidak tertekan dalam membuat pilihan. Ia percaya bahwa anak-anak yang berusia lebih dari 12 tahun sudah cukup matang untuk mengambil keputusan mengenai tempat tinggal mereka sendiri.
Dengan memberikan keleluasaan ini, Andre ingin memastikan bahwa hubungan dengan anak-anaknya tetap harmonis dan saling mendukung.
Itu adalah tempat tinggal bagi anak-anak
Andre Taulany mengungkapkan bahwa saat ini anak-anaknya lebih banyak tinggal bersama ibunya di rumah yang lama. Hal ini disebabkan oleh karena semua kebutuhan dan perlengkapan sekolah mereka masih berada di sana. "Selama ini masih di mamanya. Karena juga kan alat perlengkapan mereka segala macam masih di sana. Rumah yang di situ anak saya masih di situ. Itu rumah anak-anak," tambah Andre Taulany.
Menurut Andre, situasi ini membuat anak-anak tetap merasa nyaman dan terjaga. Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut adalah tempat di mana mereka tumbuh dan memiliki banyak kenangan. Dengan segala perlengkapan yang masih ada, anak-anak dapat menjalani aktivitas sekolah mereka dengan lebih mudah. "Selama ini masih di mamanya. Karena juga kan alat perlengkapan mereka segala macam masih di sana. Rumah yang di situ anak saya masih di situ. Itu rumah anak-anak," tambah Andre Taulany.
Saya telah berpindah
Andre Taulany telah lama meninggalkan rumahnya dan kini memilih untuk berpindah-pindah tempat tinggal. Saat ditanya tentang lokasi tempat tinggalnya saat ini, ia memberikan jawaban dengan nada bercanda.
"Ya (sudah lama pindah). Sudah lama banget saya. Saya sudah pindah-pindah. Kadang di Jepang, kadang di Amerika, kadang di Thailand. Kadang di studio, kadang di mana sajalah, di mana kek," canda Andre Taulany.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4162287/original/084175900_1663546326-220918_JOURNAL_10_Provinsi_dengan_jumlah_perceraian_tertinggi_di_Indonesia_pada_2021_S3.jpg)