Terbesar di Indonesia, Pembangunan Depo Lokomotif Cipinang Telan Biaya Rp 500 M

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan Depo Lokomotif Cipinang, Jakarta Timur, mendapatkan anggaran sebesar Rp 500 miliar. Ini merupakan depo kereta api terbesar di Indonesia saat ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Terbesar di Indonesia, Pembangunan Depo Lokomotif Cipinang Telan Biaya Rp 500 M
krl. merdeka.com/Imam Buhori

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan Depo Lokomotif Cipinang, Jakarta Timur, mendapatkan anggaran sebesar Rp 500 miliar. Ini merupakan depo kereta api terbesar di Indonesia saat ini.

Depo lokomotif ini merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur rel dwi ganda atau double-double track Manggarai-Cikarang. Depo ini sudah beroperasi pada Januari 2021.

"Depo Cipinang adalah Depo paling besar sekarang ini. Kami mendapatkan uang fiskal hampir Rp 500 miliar untuk ini saja," kata Menhub Budi di Depo Lokomotif Cipinang, Jakarta Timur pada Sabtu (20/3).

"Di Depo ini ada kereta api yang kita kontrol setiap hari. Ada juga yang setiap pekan, bulanan, dan enam bulanan. Setelah dinyatakan ini fit, baru bisa beroperasi," sambungnya.

Depo Cipinang di bangun di atas tanah seluas kurang lebih 90.000 m². Setelah berkoordinasi dengan PT. KAI, dengan berbagai pertimbangan produktifitas, disarankan beberapa perubahan terhadap jumlah track dan dimensi bangunan, serta reposisi bangunan menyesuaikan kebutuhan operasional.

Depo Cipinang terbagi menjadi 2 wilayah operasional di antaranya Wilayah Operasional Depo Lokomotif dan Wilayah Operasional Depo Kereta.

Depo Cipinang merupakan depo yang dibangun oleh Kemenhub. Pembangunannya dilaksanakan pada 2016 yang terdiri dari beberapa kegiatan antara lain : Gedung, Track, Sinyal, dan Peralatan Depo.

"Asalnya Depo tempat parkir itu ada di beberapa tempat, kami satukan di sini," tutur Menhub Budi.

Proyek Jalur Dwi Ganda Manggarai - Cikarang Rp 5 T Baru Tuntas Sampai Bekasi

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengungkapkan proyek Double Double Track atau Jalan Rel Dwi Ganda (DDT) Manggarai - Cikarang direncanakan memakan biaya lebih dari Rp 5 triliun. Saat ini, DDT sudah berfungsi sampai Bekasi, Jawa Barat.

Melalui proyek DDT ini artinya akan ada jalur untuk luar kota dan dalam kota.

"Sekarang Double Double Track itu sudah berfungsi sampai dengan Bekasi. Kita lihat juga sebelumnya kalau kita ke Jakarta sampai Surabaya hanya single track, sekarang sudah double track," kata Menteri Budi di Stasiun Jatinegara pada Sabtu (20/3).

Kehadiran DDT, kata Menhub Budi, akan membuat keamanan di area stasiun menjadi lebih baik. Hal ini karena dijamin dengan adanya dua lintasan.

Selain itu dengan adanya DDT, membuat kereta bebas dari bersilangan sehingga kecepatan kereta api bisa ditingkatkan. "Sehingga saya minta ke Dirjen Kereta Api melakukan tindakan lebih intensif, memastikan ini berjalan dengan baik," jelasnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

Rekomendasi