Sri Mulyani Perkirakan Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp1.306 T Hingga Akhir Tahun

Adapun dari besaran belanja pemerintah tersebut, terdiri dari belanja K/L diperkirakan akan mencapai Rp486 triliun. Itu terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp142,6 triliun, belanja barang Rp172,4 triliun belanja modal Rp99,7 triliun, serta belanja bansos Rp71,3 triliun.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Sri Mulyani Perkirakan Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp1.306 T Hingga Akhir Tahun
Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memproyeksikan belanja pemerintah pusat bakal mencapai sebesar Rp1.306,7 triliun di akhir tahun atau semester II-2020. Jumlah itu meningkat sejalan dengan implementasi kebijakan penanganan Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional dilakukan pemerintah.

"Belanja negara akan terekskalasi karena seluruh menteri dan daerah akan tingkatkan belanja, kami perkirakan akhir tahun Rp1.306,7," kata dia di Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Kamis (9/7).

Adapun dari besaran belanja pemerintah tersebut, terdiri dari belanja K/L diperkirakan akan mencapai Rp486 triliun. Itu terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp142,6 triliun, belanja barang Rp172,4 triliun belanja modal Rp99,7 triliun, serta belanja bansos Rp71,3 triliun.

"Untuk belanja K/L naik menjadi Rp486 triliun, belanja pegawai naik, barang, modal, bansos turun karena lebih kecil," katanya.

Sementara untuk belanja non K/L diperkirakan hingga akhir tahun mencapai Rp820,7 triliun. Di mana pembiayaan itu terdiri dari bunga utang sebesar Rp181,2 triliun dan subsidi Rp121,2 triliun.

Dipengaruhi Kebijakan Penangangan Covid-19

Adapun peningkatan belanja non K/L akan dipengaruhi kebijakan penanganan Covid-19 seperti subsidi bunga UMKM, imbal jasa serta penjaminan, dan program kartu pra kerja.

"Belanja non K/L akan alami naik sangat besar akibat penanganan covid maupun kenaikkan biaya utang dengan defisit yang melebar," tandas dia.

Rekomendasi