Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat hampir 16.000 pegawai Kementerian Keuangan terpapar Covid-19 selama 2021. Pegawai tersebut bekerja di kantor pusat maupun daerah. Tak hanya itu, 130 orang di antaranya meninggal dunia karena virus corona.
"Hampir 16.000 orang terkena Covid-19 atau tepatnya 15.917 orang pasukan kita yang harus bekerja mengelola keuangan negara dan mengumpulkannya," ungkap Sri Mulyani dalam acara Penandatanganan Prasasti Penanda Aset (SBSN) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (5/1).
Bendahara negara ini mengaku, setiap hari mendapatkan kabar jumlah anak buahnya yang terpapar virus corona. Mulai dari per hari 100 orang, naik menjadi 200 orang. Angka itupun tiba-tiba naik menjadi 1.000 orang, 2.000 orang sampai 3.000 orang per hari.
"Kalau Anda jadi menteri, kantor mana saja ini secara teoritis bisa lumpuh," ungkapnya.
Sepanjang tahun 2021 Sri Mulyani berjuang setiap hari. Memperjuangkan hidup dan mati yang sudah diujung tanduk. Sebab, di tahun 2020 strategi yang disiapkan adalah pemulihan ekonomi yang berjalan tanpa hambatan.
Namun yang terjadi gelombang peningkatan kasus terus terjadi sejak awal tahun pasca musim libur natal dan tahun baru. Kemudian pukulan telak meluluhlantakan pemulihan ekonomi di pertengahan tahun akibat varian delta.
"Tahun 2021 itu kita sedang berjuang antara hidup atau mati," ungkapnya.
Advertisement
Masuk 2022
Untuk itu, memasuki tahun 2022 pemerintah akan lebih berhati-hati. Utamanya dengan kemunculan varian omicron dari Afrika Selatan.
Dia menyebut saat ini kasus Covid-19 di Amerika Serikat telah tembus 1 juta per hari. Padahal negara Adidaya tersebut menguasai vaksin, tetapi tetap tidak tertolong.
Sementara itu, penambahan kasus aktif di Indonesia masih di bawah 200 per hari. Menurut Sri Mulyani yakin, varian omicron bisa kendalikan bila semua pihak bekerja sama untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.
"Omicron ini bisa dikendalikan kalau kita bisa disiplin," kata dia mengakhiri.