Realisasi defisit APBN-P 2016 capai Rp 367,7 T atau 2,46 persen PDB

Realisasi defisit APBN-P 2016 capai Rp 367,7 T atau 2,46 persen PDB. Di mana realisasi penerimaan negara dalam APBN Perubahan 2016 mencapai Rp 1.551,8 triliun. Sedangkan, belanja negara mencapai Rp 1.859,5 triliun. Penerimaan negara terdiri dari salah satunya pajak sebesar Rp 1.283,6 triliun.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Realisasi defisit APBN-P 2016 capai Rp 367,7 T atau 2,46 persen PDB
Sri Mulyani. ©AFP PHOTO/KAZUHIRO Nogi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 mencapai Rp 1.551,8 triliun. Sedangkan, belanja negara mencapai Rp 1.859,5 triliun."Artinya ada defisit Rp 367,7 triliun atau setara 2,46 persen terhadap PDB. Defisit APBN terjaga dalam tingkat aman," ujar Menteri Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/1).Penerimaan negara terdiri dari pajak sebesar Rp 1.283,6 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 262,4 triliun serta hibah Rp 5,8 triliun. Sedangkan, belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.148,5 triliun dan belanja pemerintah daerah Rp 710,9 triliun."Penerimaan negara dibantu Tax Amnesty sebesar Rp 107 triliun. Pajak sendiri mengalami pertumbuhan 4,2 persen. Sementara, penerimaan cukai turun 0,5 persen," katanya.Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan realisasi PNBP mengalami kenaikan mencapai 17,3 persen dari perkiraan sebelumnya. Sementara, untuk Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditunda sudah dibayarkan akhir 2016."Kita memiliki dari Silpa Rp 22,7 triliun. Dari hasil pembiayaan dalam negeri dan luar negeri," pungkasnya.

Rekomendasi