PGN gelontorkan Rp 1,2 M bedah rumah veteran di HUT RI ke-71

PGN juga membangun tempat penitipan anak sebesar Rp 170 juta di Lombok.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
PGN gelontorkan Rp 1,2 M bedah rumah veteran di HUT RI ke-71
Dirut PGN bedah rumah veteran. ©2016 Merdeka.com

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memberikan bantuan bedah rumah bagi 50 rumah veteran di wilayah Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Total biaya yang dikeluarkan PGN sebesar Rp 1,2 miliar.Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, bantuan bedah rumah tersebut merupakan rangkaian program BUMN Hadir Untuk Negeri yang diamanahkan kepada PGN bekerja sama dengan ITDC, untuk merenovasi 50 unit rumah veteran. ITDC sendiri menyumbang Rp 800 juta untuk program ini."Kami sangat bersyukur PGN dapat menjalankan amanah pada rangkaian program sosial dalam rangka peringatan HUT RI ke-71 Tahun. Kementerian BUMN menugaskan PGN dan ITDC untuk merenovasi 50 unit rumah veteran," kata Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, di Jakarta, Rabu (24/8).Menurut Hendi selain bentuk sebagai kepedulian terhadap para veteran, bedah rumah ini juga bertujuan untuk memperbaiki rumah tinggal para pejuang kemerdekaan agar laik huni dan nyaman. "Ini merupakan bentuk komitmen PGN dan ITDC sebagai BUMN peduli akan bangsa Indonesia khususnya para veteran," kata Hendi.Saat ini proses pengerjaan bedah rumah masih berlangsung, diharapkan 50 unit rumah veteran tersebut selesai pada Desember 2016.Selain melakukan renovasi rumah para veteran, PGN dan ITDC juga membangun 1 unit tempat penitipan anak serta taman baca di Jl Seruling No 09, Mataram Timur, Lombok, NTB. Biaya untuk membangun tempat penitipan anak sebesar Rp 170 juta yang nantinya tempat tersebut akan dikelola oleh PAUD Mutiara Hati, sedangkan taman baca sebesar Rp 80 juta dan akan dikelola oleh Balai Pustaka."Tempat ini dibangun agar para ibu-ibu pedagang di pasar bisa menitipkan anaknya di PAUD tersebut, tanpa membawa ikut anaknya berdagang di pasar. Jadi ibunya bisa tenang berjualan, anaknya bisa bermain dan belajar di tempat yang layak dan bersih," tambah Direktur PGN, Danny Praditya.

Rekomendasi