Pertamina Power Indonesia Sabet Sejumlah Proyek Bergengsi, Termasuk di Bangladesh

Presiden Direktur dan CEO Pertamina Power Indonesia, Ginanjar mengklaim bahwa pihaknya selalu melandaskan kerja sama antar perusahaan maupun antar bangsa dalam posisi yang setara terkait menjalankan bisnis terutama proyek di Bangladesh. Adapun kolaborasi tersebut diinisiasi oleh PPI dan partner lokal.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pertamina Power Indonesia Sabet Sejumlah Proyek Bergengsi, Termasuk di Bangladesh
Pertamina Power Indonesia. istimewa ©2019 Merdeka.com

Pertamina Power Indonesia (PPI) meraih sejumlah proyek bergengsi yang diharapkan bisa mendukung akselerasi bisnis di masa-masa yang akan datang. Adapun proyek-proyek tersebut di antaranya ialah proyek di Bangladesh, proyek renewable, hingga Proyek Strategis Nasional (PSN).

Presiden Direktur dan CEO Pertamina Power Indonesia, Ginanjar mengklaim bahwa pihaknya selalu melandaskan kerja sama antar perusahaan maupun antar bangsa dalam posisi yang setara terkait menjalankan bisnis terutama proyek di Bangladesh. Adapun kolaborasi tersebut diinisiasi oleh PPI dan partner lokal.

"Kita ciptakan pasar. Pada saat ekonomi mengalami pelambatan, kita justru harus menciptakan pasar untuk mendorong ekonomi kembali ke jalur," kata Ginanja dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa (22/10).

Menurut Ginanjar, Bangladesh adalah proyek yang bagus, baik dari segi keekonomian maupun kontrak Power Purchase Agreement (PPA). Namun, pihaknya harus merestrukturisasi terlebih dulu. Ada beberapa isu critical yang harus diselesaikan supaya proyek dalam kondisi baik dan berjalan mulus ke depannya.

Selain proyek tersebut, ada dua proyek lainnya yang menjanjikan yakni proyek renewable. Ini adalah energi masa depan yang menantang dan wajib untuk perusahaan tekuni. Ginanjar menyebutkan proyek lainnya tersebut adalah perusahaan masuk dan mengembangkan kawasan ekonomi atau kawasan industri.

Proyek berikutnya Proyek Strategis Nasional Tanggamus dan Bintuni. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian mengenai minat pengembangan Proyek Petkim Bintuni. Adapun proyek di luar negeri lainnya yang potensial digarap adalah Myanmar dan Vietnam.

"Ada beberapa calon mitra mengajak Pertamina Power Indonesia ke Myanmar dan Vietnam. Myanmar sangat menarik untuk perusahaan karena ekspansi tersebut sejalan dengan ekspansi portofolio bisnis LNG Pertamina di negara tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi