Pedagang busana muslim di Pasar Tanah Abang mengeluhkan rendahnya penjualan
Merdeka.com - Beberapa pedagang busana muslim di pasar Tanah Abang mengeluhkan turunnya pendapatan selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini.
Weldy, pedagang busana muslim di Blok B Pasar Tanah Abang mengatakan, dibandingkan dengan tren pendapatan bulan Ramadan tahun lalu, pendapatan tahun ini sangat menurun. Meski demikian, dibanding bulan biasanya, penghasilan penjualannya di bulan puasa ini cukup meningkat.
"Jujur kalau dihitung (dibandingkan) dari tahun kemarin menurun. Tapi kalau dihitung sebelum puasa sama bulan puasa ada kenaikan," ujarnya, Rabu (13/6).
Pada Ramadan tahun lalu, pendapatannya dari hasil berjualan busana muslim bisa mencapai Rp 200 juta. Sedangkan saat ini hanya sekitar Rp 150 juta.
Pemilik Toko "Disiko" di lantai SLG los D nomor 33 ini membandingkan pendapatannya dengan dua atau tiga bulan sebelum puasa, penghasilannya di bulan puasa tahun ini meningkat 100 persen. Sejak sebulan sebelum Lebaran, dia banyak mengirim barang ke berbagai daerah di Indonesia.
"Dua sampai tiga bulan sebelum puasa pendapatannya standar. Sekarang ada kenaikan hampir 100 persen (dibanding bulan biasa). Orang-orang daerah banyak belanja sebulan sebelum Lebaran dan dua minggu sebelum Lebaran. Itu biasanya terakhir pengiriman untuk partai besar," jelasnya.
Weldy biasanya mengirim barang dalam partai besar ke setiap daerah dengan total harga Rp 25 juta, Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Dia biasanya mengirim barang ke Surabaya, Ogan Komering Ulu (Sumatera Selatan), Padang, Semarang, Bandung, dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa.
Penyebab turunnya penghasilan di bulan puasa tahun ini menurutnya karena pengaruh toko daring atau reseller yang berjualan melalui media sosial. "Jualan di Instagram makin banyak," kata Weldy.
Selain itu, dia juag menduga ini terjadi karena libur Lebaran berdekatan dengan masuknya tahun ajaran baru. Selain itu, ini juga dipengaruhi juga rendahnya daya beli masyarakat. Weldy mengatakan rata-rata toko lainnya juga mengeluhkan hal yang sama.
"Toko-toko lain juga begitu," ujarnya.
Turunnya penghasilan ini mengakibatkan para pedagang tak lagi mengambil barang-barang baru untuk dijadikan stok di toko. Para pedagang tak percaya diri memasukkan barang baru karena khawatir tak laku.
"Sekarang dua minggu sebelum Lebaran enggak masukin barang baru. Tahun kemarin masih pada masukin barang baru. Sekali masukin barang baru 2 ribu potong empat model, satu model bisa sampai 500 potong. Kalau sekarang enggak berani karena bakal sisa banyak. Mending dijual saat orang mau belanja lagi setelah Lebaran," jelasnya.
Blok B Pasar Tanah Abang mulai ditutup pada tanggal 15 Juni dan kembali dibuka tanggal 25 Juni mendatang. Kamis (14/6) besok hari terakhir para pemilik toko berjualan.
Menjelang hari libur, rata-rata toko di Blok B ini menawarkan barang-barang obral. Weldy mengatakan obral biasanya untuk menghabiskan barang stok lama.
"Ini obral stok lama. Barang-barang yang enggak (ada) seri. Bukan karena mau tutup libur Lebaran," ujarnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya