Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OJK: Aset asuransi jiwa tumbuh terendah dalam 5 tahun terakhir

OJK: Aset asuransi jiwa tumbuh terendah dalam 5 tahun terakhir Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Belum pulihnya ekonomi global berdampak pada perekonomian dalam negeri. Tercatat, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,79 persen tahun lalu dan angka ini lebih rendah dari target pemerintah di atas 5 persen. Pertumbuhan ekonomi juga hanya ditopang oleh permintaan domestik atau belanja masyarakat serta belanja pemerintah.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I Otoritas Jasa Keuangan, Edy Setiadi mengatakan, kondisi ekonomi saat ini mempengaruhi industri keuangan dalam negeri. Namun, kondisinya diyakini masih terjaga baik dengan stabilitas yang memadai. Pertumbuhan aset juga terjadi di seluruh lini bisnis Industri termasuk Keuangan Non Bank (IKNB).

"Kami mencatat sepanjang 2015 aset industri asuransi jiwa hanya tumbuh 2 persen, atau terendah dalam 5 tahun terakhir. Sejak 2010 hingga 2014 rata-rata pertumbuhan aset asuransi jiwa ialah 18 persen," ujar Edy kemarin malam.

Tekanan tidak hanya dialami industri asuransi jiwa, industri asuransi umum juga mengalami hal serupa, tahun lalu premi bruto yang dikumpulkan oleh industri asuransi umum sebesar Rp 58,9 triliun (USD4,41 miliar) atau naik 6,7 persen dari tahun 2014 sebesar Rp 55,2 triliun.

"Kenaikan tersebut sangat rendah bila dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan premi bruto selama 5 tahun sebelumnya dari tahun 2010 sampai dengan 2014 sebesar 17 persen," jelasnya.

Dalam konteks tersebut industri asuransi di Indonesia dituntut untuk memiliki inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan asuransi yang berkinerja baik serta memberikan inspirasi kepada perusahaan-perusahaan asuransi lainnya menjadi hal yang penting," tutup Edy.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP