Moeldoko Harap Pelatihan Kartu Prakerja Tahun Depan Sudah Bisa Tatap Muka
Merdeka.com - Pemerintah memastikan Program Kartu Prakerja akan berlanjut pada 2021. Namun dalam pelaksanaannya tahun depan, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko berharap pelatihan bisa dilakukan secara tatap muka.
Pelatihan tatap muka dilakukan agar pembekalan kemampuan yang diberikan kepada para peserta menjadi lebih banyak. Hal tersebut sesuai dengan tujuan awal dirancangnya program Kartu Prakerja, di mana peserta diberikan lebih banyak pelatihan ketimbang insentif.
"Saya kira nanti kalau pandemi selesai dan sudah kembali normal. Maka kami akan balik lagi pada tujuan awal, membekali seseorang agar lebih padat lagi," ucapnya dalam diskusi diskusi daring, Senin (23/11).
Kendati demikian, Moeldoko menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti program pelatihan Prakerja secara online tak efektif. Menurutnya, pelatihan online tetap memiliki kelebihan karena bisa menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
"Dengan adanya pandemi ini, semuanya juga sedang menghadapi situasi yang sulit maka pembekalannya sedikit berkurang, tapi logistiknya menjadi lebih banyak," kata dia.
Moeldoko menilai, upskilling dan reskilling dalam program Kartu Prakerja sangat penting dilakukan secara langsung. Hal ini agar para peserta dapat lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Apalagi, jumlah yang bisa diserap pasar tenaga kerja saat ini sangat terbatas dan kemampuan yang dibutuhkan sangat spesifik.
"Sehingga nanti kalau ada kesempatan-kesempatan pekerjaan di luar, sesuai bidangnya yang diperlukan di market, maka dia bisa masuk dengan baik," tutur Moeldoko.
Survei: 11 Persen Peserta Kartu Prakerja Tak Lagi Menganggur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comManajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja mengklaim bahwa program Kartu Prakeja telah berhasil menekan laju pengangguran. Dampak program kartu prakerja dinilai bisa membantu mempertahankan status kebekerjaan para pesertanya.
Hal ini terlihat dari survei evaluasi Kartu Prakerja terhadap sekitar 1,2 juta peserta, di mana terdapat sekitar 11 persen yang tidak lagi menganggur pada Agustus hingga September 2020.
"Sebesar 11 persen dari mereka yang semula menganggur sekarang menjadi bekerja," ujar Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam seminar Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan, Rabu (14/10).
Berdasarkan data survei, dari 1,2 juta peserta yang disurvei, per Februari 2020 ada sekitar 35 persen yang menganggur dan 65 persen yang bekerja. Sementara, dari 65 persen peserta yang bekerja tersebut, 47 persen di antaranya tetap bekerja.
"Jadi bisa kita mengatakan bahwa Kartu Prakerja ini membantu mempertahankan status pekerjaan dan mengurangi pengangguran," tambah Denni.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya