Menkeu yakin penanganan polisi di aksi teror bom Surabaya jaga kepercayaan investor

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan aksi teror bom di Surabaya mempengaruhi perekonomian Indonesia. Dia pun memastikan saat ini aksi radikal akan terus ditangani. Menteri Sri mengatakan ‎Indonesia harus menjaga persepsi keamanan saat kondisi perekonomian global sedang bergejolak.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menkeu yakin penanganan polisi di aksi teror bom Surabaya jaga kepercayaan investor
Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan aksi teror bom di Surabaya mempengaruhi perekonomian Indonesia. Dia pun memastikan saat ini aksi radikal akan terus ditangani.

Menteri Sri Mulyani mengatakan ‎Indonesia harus menjaga persepsi keamanan saat kondisi perekonomian global sedang bergejolak.

"Jadi dari sisi tindakan yang dilakukan teroris di mana itu terjadi di berbagai negara, kita berharap penanganan ini bisa menimbulkan keyakinan bahwa Indonesia bisa menjaga keamanan," kata Menteri Sri di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (14/5).

‎Menteri Sri menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan ‎aksi teror menghilangkan persepsi positif terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang membaik, hal tersebut tercermin pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang meningkat, kondisi moneter yang kondusif dan perekonomian masyarakat yang menggeliat.

"Tentu kita berkepentingan untuk tidak membiarkan suatu teror itu, kemudian menghilangkan kepercayaan dan persepsi positif pada ekonomi kita," tuturnya.

Menurut Menteri Sri, pihaknya mendukung penanganan aksi teror bom yang dilakukan aparat keamanan TNI, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) agar keamanan kembali stabil. Sehingga dapat meredam kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan Indonesia dan menjamin kepercayaan pihak luar. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Word Bank dan IMF pada Oktober 2018.

‎"Kita tentu mendukung penuh apa yang dilakukan aparat keamanan, apakah Polri bersama TNI dan BNPT untuk bisa mengembalikan keamanan yang ada di dalam negeri, karena tahun ini kita semua tahu bahwa kita masuk tahun politik, pilkada, Asian Games, pertemuan IMF-WB," paparnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi