Kuartal I-2016, BI catat pertumbuhan kredit 8,71 persen
Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat perlambatan penyaluran kredit perbankan pada tiga bulan pertama 2016. Ini menyusul pelemahan kinerja ekonomi Indonesia.
"Perbankan mengambil sikap hati-hati dalam penyaluran kredit," kata Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia Yati Kurniati, Jakarta, Jumat (27/5).
Yati menyebut, pada kuartal I-2016, pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8,71 persen. Sementara, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan di periode sama naik menjadi 2,83 persen.
"Dari survey kami menemukan bahwa perbankan lebih mencenderung menyalurkan kredit hanya kepada nasabah yang sudah mendapatkan kredit saja baik dari banknya atau pun bank lain," katanya.
Berdasarkan survei Bank Indonesia, pertumbuhan diperkirakan bakal meningkat pada kuartal II-2016. Diperkirakan, tahun ini, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,3 persen (yoy).
Dasarnya, kinerja ekonomi Indonesia diperkirakan membaik, penurunan suku bunga dan risiko penyaluran kredit. Kemudian, peningkatan likuditas bank.
Baca juga:Hingga Maret, BRI catat penyaluran kredit petani capai Rp 64,7 TWapres JK: Tahun depan suku bunga KUR 7 persenGenjot pertumbuhan kredit, BI longgarkan tiga aturan8 BUMN manfaatkan fasilitas lindung nilai dari 3 bank negaraIkuti arahan Jokowi, penyaluran bantuan masyarakat kini non tunaiPenandatanganan nota kesepahaman elektronifikasi pembayaran bansos (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya