Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi khawatir penerimaan pajak tak capai target

Jokowi khawatir penerimaan pajak tak capai target Dirjen Pajak Sigit. ©2015 Merdeka.com/idris

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dinilai sudah mengkhawatirkan penerimaan pajak bakal jeblok tahun ini. Per Oktober lalu, setoran pajak baru 60 persen dari target sebesar Rp 1.294,2 triliun dalam APBN-P 2015.

"Ya beliau khawatir sekali kalau penerimaan pajak tak capai target. Jangan sampai Desemberitu kami kalang kabut, nggak disiapkan. Kalau tidak tercapai kan sulit untuk mencari uang dalam waktu dekat," kata Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).

Namun, menurut Sigit, presiden sudah memitigasi risiko. Setiap dua minggu, Jokowi bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membahas persoalan aliran kas (cashflow)

"Dua minggu sekali ngadain rapat asset liabilities management untuk melihat cashflow. Jadi bukan melihat lagi penerimaan atau pengeluaran, sudah cash flow yang dilihat."

Hingga akhir tahun, Sigit memerkirakan, penerimaan pajak maksimal 85 persen dari target. Dia meyakini selisih antara realisasi penerimaan pajak dengan target (shortfall) tak lebih dari Rp 150 triliun.

Baca juga:Per 29 Oktober, realisasi penerimaan pajak baru 58% dari targetRidwan Kamil ancam tutup usaha yang tak daftarkan pajakAda potensi pajak Rp 60 T, pemerintah gulirkan tax amnesty 2016Ini alasan Menkeu ngotot jalankan tax amnestyInvestor asing diizinkan miliki properti di Kawasan Ekonomi Khusus (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP