Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kejar ketertinggalan dari Malaysia, Indonesia butuh cetak 5 juta pengusaha milenial

Kejar ketertinggalan dari Malaysia, Indonesia butuh cetak 5 juta pengusaha milenial Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - Rasio wirausaha di Indonesia saat ini mencapai 3,1 persen dan naik dari hanya 1,6 persen pada tahun 2011. Namun, angka rasio wirausaha tersebut masih jauh dibanding negara Eropa dan Amerika yang mencapai 10 persen, bahkan masih kalah dibanding Malaysia & Singapura yang rasionya 5 persen.

Juru Bicara bidang Ekonomi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Frans Meroga Panggabean melihat, apabila Indonesia ingin menyamai Malaysia dan Singapura maka untuk mengejar ketertinggalan 2 persen tersebut, maka sampai tahun 2024 wajib tercetak 5 juta orang pengusaha baru atau 'New Milenial Entrepreneur'.

"Dengan terjadinya hal tersebut berarti otomatis telah terbuka lapangan kerja baru untuk minimal 50 juta orang, di mana setiap pengusaha baru mempekerjakan 10 orang. Hal tersebut akan memberi dampak naiknya angka pertumbuhan ekonomi menjadi rata-rata 7 persen per tahun. Sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2024 akan berjumlah Rp 19.000 triliun atau naik 40 persen dari PDB 2019 yang berjumlah Rp 13.500 triliun," katanya di Jakarta, Selasa (9/10).

Dalam pandangannya, impian mencetak 5 juta pengusaha baru milenial juga akan berdampak terhadap kemiskinan. Jumlah 50 juta lapangan kerja baru adalah hampir dua kali lipat dari total penduduk Indonesia miskin sekitar 26 juta orang. Implikasinya, pencetakan 5 juta pengusaha baru milenial akan sejatinya mengentaskan kemiskinan dari bumi Indonesia. Tidaklah berlebihan dapat kita katakan dengan bangga bahwa tahun 2024 Indonesia akan mencapai 'Zero Poverty'.

"Pertanyaannya pasti bagaimana semua impian indah itu dapat terwujud? Kita dapat mulai dengan membuat 'Entrepreneurship' menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan sedini mungkin."

Frans Meroga Panggabean yang juga merupakan caleg DPR RI dari Sukabumi ini mengatakan, kewirausahaan harus menjadi mata pelajaran wajib sejak sekolah dasar minimal sehari dalam seminggu. Jadi selama program wajib belajar 12 tahun, setiap anak Indonesia telah memiliki pengalaman wirausaha total selama 600 hari yang sebanding dengan 2 tahun. Kondisi tersebut menurutnya akan membuat makin banyak generasi milenial yang membuka usaha setelah lulus dari bangku sekolah. Perubahan pola pikir dan revolusi mental otomatis terjadi karena minat menjadi pegawai pasti berkurang.

"Akhirnya, revolusi mental yang mewajibkan kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan memang tidaklah cukup untuk mewujudkan semua impian itu. Ketegasan regulasi bahwa usaha besar tidak mengusahakan value chain-nya dari hulu ke hilir, melainkan harus melibatkan UMKM sebagai support industries diyakini akan meningkatkan daya saing UMKM yang dipelopori pengusaha baru milenial tersebut."

Selanjutnya, penyempurnaan regulasi yang bertujuan untuk penguatan UMKM sehingga mumpuni dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta berorientasi ekspor selanjutnya masuk dalam prioritas perjuangan PSI melalui kadernya yang lolos menjadi legislator.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP