Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Inklusi keuangan Indonesia jauh tertinggal dari Malaysia

Jokowi: Inklusi keuangan Indonesia jauh tertinggal dari Malaysia Jokowi bertemu Angela Merkel di Berlin. ©Reuters/Hannibal Hanschke

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan tingkat pemahaman masyarakat Tanah Air pada lembaga keuangan masih tergolong rendah. Di mana, berdasarkan survei literasi keuangan nasional 2013, hanya 21,84 persen penduduk Indonesia melek keuangan.

Presiden menyayangkan hal ini dan meminta kepada seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menggenjot tingkat inklusi keuangan Indonesia. Sebab, prosentase melek keuangan Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia.

"Tingkat inklusif Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga kita, misal Malaysia mencapai 81 persen, Singapura 96 persen, Thailand 78 persen. Kita masih rendah sekali," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (26/4).

Presiden Jokowi mengatakan keberadaan lembaga keuangan yang berjumlah 2.977 belum maksimal menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. "Oleh sebab itu, literasi keuangan masyarakat harus diimbangi dengan beberapa langkah terobosan," tuturnya.

Presiden turut mengapresiasi strategi keuangan Indonesia saat ini yang sudah diakui lembaga dunia speeri PBB, Bank Dunia, IMF, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, diperlukan pendalaman rencana yang mencakup pendidikan keuangan untuk masyarakat, instrumen hukum, dan perlindungan konsumen.

"Mereka ingin memberikan dukungan penuh pada program ini, sehingga nantinya Agustus bersama-sama, yang tadi saya sampaikan, akan berkunjung ke Indonesia untuk bahas langkah-langkah action, langkah-langkah implementasi dari program yang telah kita persiapkan," bebernya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP