Jelang pertemuan IMF-World Bank, Menko Luhut tinjau Pelabuhan Benoa Bali

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, kembali meninjau beberapa proyek infrastruktur untuk persiapan event akbar IMF-World Bank Annual Meetings 2018 pada Oktober mendatang.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Jelang pertemuan IMF-World Bank, Menko Luhut tinjau Pelabuhan Benoa Bali
Menko Luhut tinjau Pelabuhan Benoa Bali. ©2018 Merdeka.com

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, kembali meninjau beberapa proyek infrastruktur untuk persiapan event akbar IMF-World Bank Annual Meetings 2018 pada Oktober mendatang.

Salah satu dari sekian proyek yang dikembangkan tersebut, yakni pengembangan pelabuhan Benoa di Denpasar Selatan yang ditargetkan rampung pada awal September tahun 2018 ini. Luhut menjelaskan, untuk pengerjaan sisi laut dengan pendalaman alur atau low water spring (LWS) sudah mencapai 12 meter.

"Jadi sudah 12 meter untuk pendalaman alur. Saya kira akhir bulan ini sudah selesai. Kemudian, pemindahan gas di terminal itu akan dilakukan tahun depan di bulan Maret sama dengan pembangunan di gedung (Pelabuhan) ini juga akan selesai Bulan Maret tahun depan. Saya optimis tidak ada masalah," ujarnya di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (8/8).

Selain itu, akan dilakukan pembersihan tempat kapal terbakar di dermaga barat di Pelabuhan Benoa, Bali, yang selama ini sudah sekitar 3 tahun ratusan kapal eks asing maupun kapal ikan yang ditangkap Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) yang menumpuk di dermaga barat.

"Itu mau saya rapikan juga, karena kalau tinggal tetap disitu terbakar dan orangnya tidak ada seperti kejadian kemarin. Iya tidak bisa dibikin apa-apa. Jadi kita rapikan lagi. Kita harap sebelum IMF sudah selesai, karena hanya masalah mindah-mindahin saja. Masih ada waktu dua bulan. Nanti saya saya bilang sama Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) nanti di rapikan," jelasnya.

"Kapal-kapal itu bisa ada dua (Solusi) nanti, itu bisa dilelang atau kapalnya di potong saja. Supaya jangan jorok gitu. Saya akan bilang ke Ibu Susi agar dibersihkan, itu sudah 3 tahun jangan dibiarin begitu," ujarnya.

Rekomendasi