Disita Kejagung, Tambang Milik Heru Hidayat Bakal Dikelola Kementerian BUMN

Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyatakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyerahkan pengelolaan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara milik salah satu tersangka Jiwasraya, Heru Hidayat untuk dikelola oleh BUMN.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Disita Kejagung, Tambang Milik Heru Hidayat Bakal Dikelola Kementerian BUMN
Arya Sinulingga. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyatakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyerahkan pengelolaan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara milik salah satu tersangka Jiwasraya, Heru Hidayat untuk dikelola oleh BUMN.

Dengan demikian, per tanggal 18 Februari 2020, Kementerian BUMN resmi mengelola tambang batu bara yang terletak di kawasan Kutai, Kalimantan Timur tersebut.

"Jadi, sekarang kita akan mulai kelola tambang batu baranya Heru Hidayat. Ini adalah kerja yang dilakukan oleh Kejagung," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jumat (28/2).

Dia menjelaskan, menurut Kejaksaan Agung, tambang batu bara ini adalah salah satu aset hasil dari Jiwasraya, sehingga Kementerian BUMN kemudian menunjuk PT Bukit Asam untuk mengelola tambang tersebut. Dengan demikian, segala hasil pengelolaan tambang batu bara tersebut nantinya akan dimiliki oleh PT Bukit Asam.

"Jadi kami kerja cepat, Kejagung maupun Kementerian BUMN tidak mau berlama-lama. Bahkan kalau memang terbukti, secepatnya kita akan ambil alih asetnya," imbuh Arya.

Ditahan Kejagung

Pada pertengahan Januari 2020 lalu, Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk Heru Hidayat telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan. "Sekarang statusnya berubah menjadi tersangka dengan tiba-tiba dan ini ditahan," kata Kuasa Hukum Heru Hidayat, Soesilo Ari Wibowo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Meski kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka, dia tetap menghormati keputusan tersebut. Dia juga berjanji akan mengikuti proses Kejaksaan Agung selanjutnya. Dia sempat kaget, karena baru ditunjuk sebagai pengacara seminggu belakangan ini.

"Ya pertama kita hormati dulu langkah ini langkah dari kejaksaan kita hormati dulu, ikuti dulu kemudian perkara ini kan panjang jadi tidak bisa kita dengan tiba-tiba mengatakan ini atau itu kita hormati dulu. Ikuti langkah dari Kejaksaan Agung dulu," jelasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi