Di Tengah Corona, Hotel di Papua Barat Catat Tingkat Keterisian Maret Tertinggi

BPS menyebutkan tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang pada Maret 2020 mencapai rata-rata 32,24 persen, atau turun 20,64 poin dibanding tahun lalu yang sebesar 52,88 persen. Penurunan angka kedatangan wisman ke Indonesia akibat pandemi Corona menyebabkan seluruh sektor pendukung pariwisata terpukul.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Di Tengah Corona, Hotel di Papua Barat Catat Tingkat Keterisian Maret Tertinggi
Ilustrasi hotel. ©2012 Shutterstock/Adam Gryko

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang pada Maret 2020 mencapai rata-rata 32,24 persen, atau turun 20,64 poin dibanding bulan yang sama tahun lalu yang sebesar 52,88 persen. Penurunan angka kedatangan wisman ke Indonesia akibat pandemi Corona menyebabkan seluruh sektor pendukung pariwisata terpukul, termasuk perhotelan.

"Tentunya penurunan jumlah wisman ini sangat berdampak kepada sektor pendukungnya seperti perhotelan, pariwisata, transportasi. Dan ini harus diwaspadai," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam pemaparannya, Senin (4/5).

Jika dibandingkan Februari 2020, tingkat okupansi hotel turun 16,98 poin dari angka 49,22 persen. Tingkat penghunian kamar hotel tertinggi tercatat berada di Provinsi Papua Barat yaitu 45,75 persen, diikuti Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 43,26 persen dan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 39,94 persen.

"Sedangkan, TPK (tingkat penghunian kamar hotel) terendah tercatat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 18,87 persen," demikian dikutip dari data resmi BPS.

Secara tahunan, tingkat okupansi hotel bintang di Provinsi Bali mengalami penurunan 30,02 poin. Lalu, di Provinsi Sulawesi Utara penurunan tercatat sebesar 32,68 poin dan Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 26,92 poin.

Gara-Gara Corona, Kunjungan Turis Asing Hanya 470.000 Orang Sepanjang Maret 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Maret 2020. Tercatat, jumlah wisman anjlok menjadi 470.000 orang.

Kepala BPS, Suhariyanto, menyatakan anjloknya jumlah wisman yang bertandang ke Indonesia sudah dimulai sejak Februari 2020. Adapun dibanding bulan Februari 2020, angka kunjungan wisman turun 45,50 persen.

"Jadi sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi tentang pandemi Covid-19 pada Maret 2020, penurunan wisman ini sudah terjadi sejak Februari 2020," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5).

Terlebih, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisman turun tajam sebesar 64,11 persen. Suhariyanto melanjutkan, jumlah kedatangan wisman per Maret 2020 ini sama dengan posisi jumlah kedatangan wisman tahun 2007 lalu.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

Rekomendasi