Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di depan bankir, Menkeu Bambang akui ekonomi RI melambat

Di depan bankir, Menkeu Bambang akui ekonomi RI melambat gedung bertingkat kawasan scbd. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menghadiri seminar yang digelar Ikatan Bankir Indonesia (IBI) di Plaza Bapindo, Jakarta. Dalam sambutannya, menkeu memaparkan kondisi perekonomian nasional yang masih bergantung perekonomian global.

Saat ini, kata dia, ekonomi global mengalami perlambatan lantaran perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan perlambatan perekonomian China. Dia mengakui kondisi ini berimbas ke perlambatan ekonomi Indonesia.

"Dalam laporan triwulan ketiga, pertumbuhan ekonomi kita hanya 5,01 persen. Tren melambat memang terjadi. Namun ini sejalan dengan upaya kita melawan volatilitas ekonomi yang ada. Perekonomian global masih banyak risiko terutama pemulihan ekonomi AS dan penurunan ekonomi China," ujar dia dalam sambutannya, Kamis (11/12).

Perlambatan perekonomian nasional dipengaruhi juga turunnya harga komoditas dunia. Mulai dari batu bara, sawit dan minyak.

"Kondisi ekonomi nasional masih lemah dan tidak membantu dari sisi ekspor kita. Neraca perdagangan terus defisit, hanya pada Oktober surplus USD 23,2 juta," kata dia.

Perkembangan dari dalam negeri turut mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. Semisal kebijakan kenaikan harga BBM yang diprediksi membuat inflasi melonjak hingga 8 persen sepanjang tahun ini. Namun, kata dia, inflasi akan kembali normal sesuai dengan target pemerintah sebesar 4 plus minus 1 persen pada 2015.

"Pemerintah masih melihat potensi ekonomi yang stabil serta bonus demografi jadi modal berharga untuk pertumbuhan ekonomi," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP