Kementerian Perhubungan memberlakukan penutupan sementara Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya dan Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, hari ini, Kamis (16/7). Kebijakan ini diambil setelah Gunung Raung kembali erupsi.
Salah satu makapai penerbangan yang membatalkan penerbangannya adalah Citilink. Pihak maskapai tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan penutupan bandara yang diikuti pembatalan penerbangan. Apalagi ini dilakukan di puncak arus mudik.
Namun, ini harus dilakukan demi keselamatan penumpang. "Yang mau mudik kita kasihan ya. Apalagi lagi ramai-ramainya. Tapi kita tetap utamakan keselamatan," ujar Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno kepada merdeka.com, Kamis (16/7).
Pihak maskapai mengaku, pembatalan ini sesuai perintah Kementerian Perhubungan. Pihak maskapai mengkalim sudah memberikan pengumuman ke calon penumpang terkait penutupan yang diakibatkan bencana alam ini.
"Kita sudah melakukan pembatalan, sesuai dengan NOTAM (Notice to Airmen) pemerintah. Kita juga memberitahukan kepada penumpang. Fasilitas tetap terbuka, untuk reschedule atau refund," kata Hadinoto.
Sebelumnya, Kapuskompublik Kementerian Perhubungan J. A. Barata menuturkan, penutupan Bandar Udara Internasional Juanda dan Abdurahman Saleh ini, berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) Nomor A1447/15 dan NOTAM Nomor C0552/15, yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
"Akibat persebaran abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur pada hari ini, Bandara Udara Internasional Juanda, Surabaya dan Bandar Udara Abdurahman Saleh, Malang ditutup sementara," kata Barata.