Buat kebutuhan Lebaran, penukaran uang di Solo tembus Rp 3,7 Triliun

Penukaran untuk setiap pecahan uang rata-rata mengalami kenaikan 136 persen.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Buat kebutuhan Lebaran, penukaran uang di Solo tembus Rp 3,7 Triliun
Penukaran uang receh. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo merilis jumlah transaksi penukaran uang jelang Lebaran di wilayahnya. Nilainya mencapai Rp 3,7 triliun. Jumlah ini melonjak dari prediksi awal sebesar Rp 2,9 triliun.

"Hingga penutupan hari ini Rabu (15/7), nilai transaksi melebihi target yang kami rencanakan semula," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Ismet Inono saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (15/4).

Dia memandang wajar penukaran uang jauh di atas prediksi awal. Sebab kebutuhan penukaran uang tergolong tinggi. Penukaran untuk setiap pecahan uang rata-rata mengalami kenaikan 136 persen. Selain di BI, pelayanan penukaran uang ke masyarakat juga dilayani di lima bank lainnya. Yakni Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Jateng.

"Untuk pecahan Rp 100.000 meningkat 150 persen dan Rp 50.000 meningkat 130 persen. Yang menarik pecahan Rp 500 banyak dipakai untuk kebutuhan ritel dan pom bensin yang buka saat Lebaran. Nilainya mencapai Rp 346 juta atau meningkat 173 persen," jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tahun depan, pihaknya berencana menggandeng 74 bank di Surakarta untuk melayani penukaran uang.

"Tahun depan kami akan menggandeng 74 bank swasta, sehingga penyebaran uang menjadi lebih merata dan masyarakat menjadi lebih terbantu," ucapnya.

Rekomendasi