Pemerintah Australia membuka minat terhadap pengembangan industri kendaraan listrik yang telah dimulai Indonesia. Ranah industri mobil listrik Indonesia dinilai potensial untuk terus dikembangkan.
Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Dan Tehan mengatakan, Negeri Kangguru bisa jadi salah satu pemain penting dalam industri kendaraan listrik di Tanah Air.
"Kita sangat yakin bisa menjadi pemasok beberapa bahan utama yang akan membantu Indonesia mengembangkan industri mobil listrik," ujar Dan Tehan dalam sesi teleconference bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Rabu (29/9).
Selain itu, dia menyampaikan, Pemerintah Australia pun ingin menggiatkan kerja sama di sektor investasi bersama Pemerintah RI.
"Dari pertemuan ini kita mendiskusikan bermacam isu, bagaimana kita menumbuhkan dan memperbesar kerja sama dalam IE-CEPA, salah satunya di sektor investasi," ungkapnya.
Advertisement
Sementara Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun optimistis, perdagangan antara Indonesia dan Australia dalam program Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IE-CEPA) akan kembali terdongkrak.
Pada 2020 lalu, nilai perdagangan kedua negara turun sebesar 8,8 persen menjadi USD 7,1 miliar akibat pandemi Covid-19.
"Namun itu sudah meningkat sebesar 65 persen pada Januari-Juni 2021 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Nilai itu naik cukup signifikan," kata Mendag Lutfi.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com