4 Bulan Terakhir 2020, Pemerintah Diminta Fokus Pilih Sektor Untuk Dipulihkan

Ekonom CORE Indonesia, Hendri Saparini mengatakan tahun 2020 hanya tersisa 4 bulan. Sebaiknya pemerintah tidak terlalu optimis mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Di sisa 4 bulan, Hendri menyarankan agar pemerintah fokus dalam memilih sektor yang dipulihkan terlebih dahulu.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
4 Bulan Terakhir 2020, Pemerintah Diminta Fokus Pilih Sektor Untuk Dipulihkan
Hendri Saparini. ©2012 Merdeka.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa naik hingga 0,25 persen pada akhir 2020. Hal itu bisa terjadi jika pemerintah berhasil menyerap habis seluruh anggaran tahun ini yang totalnya sebesar Rp 2.700 triliun.

Menanggapi ini, Ekonom CORE Indonesia, Hendri Saparini mengatakan tahun 2020 hanya tersisa 4 bulan. Sebaiknya pemerintah tidak terlalu optimis mengembalikan pertumbuhan ekonomi.

"Kita cuma punya waktu 4 bulan, sebaiknya kita tidak mengejar pertumbuhannya," kata Hendri dalam diskusi virtual CORE Indonesia bertajuk '75 Tahun Merdeka, Saatnya Reformasi Ekonomi, Jakarta, Jumat (21/8).

Di sisa 4 bulan, Hendri menyarankan agar pemerintah fokus dalam memilih sektor yang dipulihkan terlebih dahulu. Sebab, dia melihat pemerintah masih tidak fokus dalam upaya memulihkan keadaan.

"Apakah ini upaya yang baik? Ya memang baik tapi harus fokus karena waktunya cuma 4 bulan, dan kuartal tiga tinggal 1 bulan lagi," kata dia.

Pemerintah Disarankan Tak Ambisius Kembalikan Pertumbuhan Positif

Pemerintah saat ini telah membelanjakan uang negara hingga Rp 1.000 triliun. Dalam perhitungan Menko Airlangga, dia menargetkan pemerintah bisa menyerap Rp 700 triliun pada sisa kuartal III tahun ini, dan sisa Rp 1.000 triliun pada kuartal IV.

Strategi penyerapan anggaran ini kata Hendri hanya jalan pintas yang diambil pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi. Padahal, tidak menjadi masalah jika angka pertumbuhan ekonomi tidak kembali melesat berada di angka positif.

"Tidak apa-apa kalau (pertumbuhan ekonomi) tidak tumbuh tinggi. Kalau hanya mengejar tidak tumbuh negatif itu tidak baik," kata dia.

Terpenting dalam hal ini pemerintah bisa memaksimalkan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi. Apalagi Indonesia memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yakni konsumsi rumah tangga, sumber daya alam dan investasi.

Rekomendasi