Astronomi
Berita Utama
-
astronomi Fenomena Langka! Gerhana Bulan Total Maluku Utara Bisa Disaksikan Pukul 00.26 WIT, Catat Waktunya!
-
astronomi UMSU Gelar Live Streaming Fenomena Langka Harvest Blood Moon: Gerhana Bulan Total Kolaborasi Empat Negara
-
-
astronomi Fenomena Langka! Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' Hiasi Langit Indonesia 7 September 2025: Jangan Sampai Terlewat!
-
astronomi Fenomena Langka: Gerhana Bulan Total atau 'Blood Moon' Akan Hiasi Langit Sumsel 7-8 September 2025
-
astronomi BMKG Prediksi Puncak Gerhana Bulan Total di Bali 8 September, Bulan Akan Berwarna Merah Darah!
-
aceh Fakta Unik: Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' Terlama Sejak 2022 Akan Lintasi Langit Aceh, Kemenag Imbau Shalat Khusuf
-
arkeologi Ilmuwan Temukan Bukti Orang Mesir Kuno Sudah Mampu Menggambar Galaksi Bima Sakti Sejak 5000 Tahun Lalu
-
-
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Dilantik Prabowo Jadi Wamenko Pangan, Segini Jumlah Kekayaan Hanif Faisol
-
Segini Jumlah Harta Kekayaan Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresiden yang Baru Dilantik Prabowo
-
Harta Abdul Kadir Karding Kepala Barantin yang Baru Dilantik Presiden Prabowo Tembus Rp16,1 Miliar
-
Profil Dudung Abdurachman, Pensiunan Jenderal TNI yang Dilantik Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan
-
Mengenal Hanif Faisol, Doktor Kehutanan yang Ditunjuk sebagai Wamenko Pangan
Berita Utama Lainnya
Ceres terletak di Sabuk Asteroid, yaitu area di tata surya yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter.
Bintang terbentuk dari gas yang menyala, seperti hidrogen dan helium, yang terletak di antara bintang-bintang di galaksi.
Para ilmuwan meyakini keberadaan riak air ini memberikan tambahan bukti mengenai proses bertahap hilangnya air di Mars.
Venus menarik minat para peneliti karena karakteristik uniknya.
Dalam kenyataan, mungkin terdapat planet lain yang mirip dengan Bumi, salah satunya adalah Kepler-62f.
Anomali ini merujuk pada kejadian atau fenomena yang sulit dijelaskan dengan pengetahuan ilmiah yang ada saat ini.
Ahli astronomi menemukan bagian kepala komet tidak lagi menjadi bagian yang paling bercahaya.
Pemetaan sumber air di Bulan akan memudahkan NASA dalam menentukan lokasi yang tepat untuk misi pendaratan manusia di masa depan.
Galaksi-galaksi tersebut tampak tersusun dalam formasi yang hampir ideal.
Pada 16 Januari 2025, bulan tidak memproduksi cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya dari matahari.