Baru-baru ini, beredar video yang memperlihatkan situasi vaksinasi massal Covid-19 yang menimbulkan kerumunan. Peristiwa ini diketahui terjadi di Landasan Udara Soewondo Medan bekas Bandara Polonia, Sumatra Utara (Sumut).
Video itu salah satunya diunggah di akun Instagram @medanzone pada Sabtu (5/6).
"Suasana vaksin massal," tulis perekam dalam videonya.
Dalam video viral itu, ratusan orang terlihat memadati lokasi vaksinasi hingga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.
Kejadian ini pun langsung mencuri perhatian warganet dan banjir kecaman.
Penasaran seperti apa suasana di lokasi kejadian? Berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19
Di video tersebut, ratusan orang terlihat sedang mengantre di lokasi vaksinasi Covid-19 tersebut. Saking ramainya, tak terlihat sama sekali penerapan protokol kesehatan Covid-19, lantaran masyarakat mengantre dengan berjubel tanpa menjaga jarak aman.
Dalam video lain yang diunggah di akun Instagram @medantalk di hari yang sama, ratusan orang yang mengantre vaksinasi di Lanud Soewondo tersebut terlihat memenuhi hingga bagian luar gedung.
Sebagian warga menunggu antrean vaksinasi dengan berdiri dan duduk lesehan karena tak kebagian tempat duduk.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti penumpukan antrean ini dan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait atas viralnya peristiwa tersebut.
Advertisement
Tuai Kecaman Warganet
Video kerumunan antrean vaksinasi Covid-19 itu pun sontak tuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar warganet sangat menyayangkan kejadian tersebut dan mengecam pihak penyelenggara karena mengabaikan protokol kesehatan. "Udah kayak pajak mau lebaran. kenapa ga di batasi jumlah nya, dibuat per-gelombang," tulis akun @annovitaa_."Prkotol kesehatan mana bukan malah sehat bisa kena Corona jadinya eeee," tulis akun @irzaliano86."Apa gunanya vaksin tanpa social distancing," tulis akun @sheillanvsr."Jangan begini sistemnya, malah menambah populasi covid," tulis akun @agnes72gar."Auto positif abis vaksin kea gini banyaknya orang prokesnya mana?? Kenpa gak dibatasin umatnya?" tulis akun @ayy_sikumbang.