Oknum Sipir Diduga Aniaya Bocah 14 Tahun, Ratusan Warga Geruduk Rutan di Madina

Viral ratusan warga di Mandailing Natal, Sumatra Utara, mengamuk dan menggeruduk Rutan Kelas II B Natal usai seorang oknum sipir diduga melakukan penganiayaan terhadap bocah 14 tahun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Oknum Sipir Diduga Aniaya Bocah 14 Tahun, Ratusan Warga Geruduk Rutan di Madina
Oknum Sipir Diduga Aniaya Bocah 14 Tahun, Ratusan Warga Geruduk Rutan di Madina. Instagram/@sumut.terkini ©2021 Merdeka.com

Nasib malang dialami oleh seorang bocah laki-laki di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara (Sumut). Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum pegawai di Rumah Tahanan (Rutan) Natal, Madina.

Kasus ini terungkap usai video ratusan warga yang mengamuk saat mencari pelaku, viral di media sosial.

Seperti video yang diunggah di akun Instagram @sumut.terkini pada Selasa (21/9), ratusan massa tersebut awalnya mendatangi Markas Polsek Natal untuk mencari keberadaan pelaku, namun kemudian mereka menggeruduk Rutan Kelas II B Natal hingga melakukan pengrusakan.

Kemarahan warga ini dipicu oleh dugaan tindakan penganiayaan oleh oknum pegawai rutan tersebut hingga menyebabkan korban mengalami luka-luka. Bahkan, korban diduga sempat diancam akan dibunuh oleh pelaku.

Berikut informasi kronologi selengkapnya.

Kronologi Kejadian

Menurut unggahan akun Instagram @medanzone pada Selasa (21/9), korban adalah bocah 14 tahun yang bernama Said Rahman. Ia merupakan santri di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Madina.

Penganiayaan itu bermula saat korban hendak membawa becak motor ke bengkel pada Senin (20/9). Namun, saat berada di tikungan, becaknya tanpa sengaja menyenggol bagian mobil milik pelaku hingga penyok.

Korban yang saat itu terjatuh dan tersungkur di jalan, akhirnya ditolong warga dan hendak dibawa ke rumah sakit menggunakan becak. Namun di perjalanan, pelaku malah menghentikan warga dan memaksa korban naik ke mobilnya.

Pelaku kemudian membawa korban ke dekat sungai kemudian memukuli dan menginjak bagian perutnya. Ia juga mengancam akan membunuh dan menceburkan korban ke sungai tersebut.

Warga yang mengetahui kejadian itu pun langsung datang ke lokasi, sementara pelaku berhasil kabur.

Ratusan Warga Mengamuk

Akibat kejadian ini, ratusan warga pun mengamuk dan mencari pelaku. Dalam video yang diunggah akun Instagram @sumut.terkini pada Selasa (21/9), ratusan warga terlihat berkumpul di Markas Polsek Natal pada Senin (20/9) malam. Mereka ingin mencari informasi dugaan penganiayaan yang dialami korban. Namun, karena tak mendapatkan jawaban dari Polsek, warga pun kemudian menggeruduk Rutan Kelas II B Natal untuk menemui oknum pegawai rutan tersebut. Kericuhan pun tak dapat dihindari. Bahkan massa nekat melakukan pengrusakan dengan melempari batu hingga banyak kaca pada bangunan rutan rusak dan pecah.

Pelaku Sudah Diamankan

Kabarnya, usai kejadian amukan warga tersebut, saat ini pelaku sudah berhasil diamankan. Dalam video yang diunggah akun Instagram @medantau.id pada Selasa (21/9), pria yang diduga pelaku tersebut berhasil diamankan di sebuah sel."Oknum pegawai rutan yang menganiaya anak di Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara, akhirnya diamankan," tulis keterangan di unggahan itu. Kasus ini pun saat ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polres Madina. Sebelumnya pihak keluarga korban juga telah melaporkan kejadian tersebut untuk diproses secara hukum.

Rekomendasi