Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gagal Diselundupkan, Ribuan Burung Prenjak Jawa dan Gelatik Dilepas di Langit Sumut

Gagal Diselundupkan, Ribuan Burung Prenjak Jawa dan Gelatik Dilepas di Langit Sumut BBKP Surabaya gagalkan penyelundupan burung. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Petugas Bandara Kualanamu berhasil mengamankan aksi penyelundupan ribuan ekor burung jenis ciblek atau prenjak Jawa dan gelatik batu tujuan Yogyakarta. Aksi ini terhenti di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (15/6) lalu.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Hotmauli Sianturi mengatakan, pengiriman ribuan burung tersebut tanpa disertai dokumen lengkap.

"Ribuan burung itu diamankan setelah adanya kegiatan pembinaan dan pemantauan," kata Hotmauli, Rabu (17/6).

Kronologi Penemuan Satwa Ilegal

Dilansir dari liputan6.com, pemantauan dilakukan petugas Resort Konservasi Bandara Kualanamu, melalui Kepala Bidang Teknis setelah koordinasi ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandara Kualanamu. Pemantauan juga dilakukan di area kargo, baik di dalam area bandara maupun di luar area bandara.

Saat melakukan pemantauan di salah satu area kargo, di luar area bandara ditemukan ada empat koli barang yang dicurigai merupakan satwa yang hendak dikirim tanpa dilengkapi dokumen Surat Angkut Tumbuhan/Satwa Dalam Negeri (SATS-DN).

"Sehingga dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan didapat, barang tersebut merupakan satwa yang akan dikirim tanpa dilengkapi dokumen SATS-DN," sebut Hotmauli.

Ribuan Burung Akan Dikirim ke Yogyakarta

Kepala Bidang Teknis kemudian memerintahkan petugas Resort Konservasi Bandara Kualanamu untuk menahan keberangkatan barang tersebut. Setelah ditelusuri oleh Tim Respon Reaksi Cepat (TRRC) Balai Besar KSDA Sumut, didapatkan dokumen dari karantina mengenai barang temuan merupakan burung ciblek atau perenjak Jawa dan gelatik batu yang akan dikirim ke Yogyakarta.

Dibawa ke BKSDA Sumut

Petugas kemudian mengamankan dan membawa koli-koli yang berisi burung itu ke kantor BBKSDA Sumut. Ketika dilakukan pembongkaran terhadap empat koli tersebut, setiap koli terdapat 16 keranjang kecil. Sehingga dari total empat koli ada 64 keranjang kecil.

Ditemukan 1.700 Ekor Prenjak Jawa dan 600 Ekor Gelatik Batu

Masing-masing keranjang kecil tersebut berisi burung ciblek atau prenjak Jawa sebanyak 1.700 ekor. Dari jumlah itu, sebanyak 516 ekor dalam keadaan mati dan 1.184 ekor hidup.

Kemudian, 20 keranjang kecil berisi burung gelatik batu sebanyak 600 ekor dengan rincian mati 300 ekor dan hidup 300 ekor.

Dilepas Liar di Taman Wisata Alam Sibolangit

Diterangkan Hotmauli, satwa yang mati langsung dilakukan penguburan di areal kantor BBKSDA Sumut. Sedangkan terhadap satwa yang masih hidup, langsung dilakukan tindakan lepas liar di area Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit.

Pelaku Akan Diproses Hukum

Terkait proses hukum pengiriman burung tanpa dokumen SATS-DN dari Bandara Kualanamu ke Bandara Halim Perdanakusuma dan Banda Adi Sucipto Yogyakarta, BBKSDA Sumut telah bekerjasama dengan BKSDA DKI Jakarta dan Yogyakarta."Terhadap pelaku sedang dilaksanakan proses pengumpulan bahan dan keterangan," terangnya.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP