Politikus NasDem sebut menteri non parpol suka bikin gaduh
Merdeka.com - Wacana perombakan menteri Kabinet Kerja yang dijadwalkan pekan ini kembali menguat. Bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar ke kubu pemerintah disebut-sebut menjadi alasan kuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutak atik komposisi menteri.
Politisi NasDem Taufiqulhadi berspekulasi bila menteri dari partai akan aman dari reshuffle kabinet jilid II ini. Sebab, menurutnya, Presiden hanya akan merombak menteri dari luar partai politik.
Taufiq beralasan, kebanyakan menteri non partai selalu membuat keributan di ruang publik. Tak sedikit juga, menteri non partai dianggapnya tak menaati instruksi dan arahan dari Presiden.
"Tidak berlaku pada menteri dari partai politik, semua yang riuh rendah sekarang kemudian saling menjegal saling bertengkar di ruang publik itu pasti menteri non partai, coba lihat semuanya," kata Taufiq kepada merdeka.com di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/7).
Anggota Komisi III DPR ini tak segan menyebut beberapa menteri yang dinilai 'tukang ribut' dan melakukan tindakan yang tidak mencerminkan seorang pembantu Presiden. Dia mencontohkan seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong hingga Menteri ESDM Sudirman Said.
"Menteri-menteri yang tidak ada induk ini saling menyalahkan sesamanya. Misalnya Ibu Rini dengan Menko Rizal Ramli. Rizal dengan Sudirman (Menteri ESDM), Menteri Perdagangan dengan Menteri Pertanian. Ya terus menerus seperti itu yang akan terjadi," ungkapnya.
Oleh karena itu, Taufiq mengklaim menteri dari partai lebih baik dari non parpol jika dilihat dari aspek etika dan kedewasaan berorganisasi.
"Menurut saya kalau adalah pemikiran bagi kestabilan pemerintahan, yang lebih menguntungkan adalah menteri dari partai politik karena memiliki etika berorganisasi paham didalam konteks bekerja sama, karena dia telah berorganisasi," pungkasnya. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya