PKS heran pelajar di Makassar transfer Rp 2 miliar ke Fathanah
Merdeka.com - Elsya Putri Adiyanti (19) muncul di daftar 45 nama perempuan yang memiliki data transaksi perbankan dengan Ahmad Fathanah. Uang itu diduga terkait dengan pemilihan gubernur Sulawesi Selatan.
Bukan Fathanah yang mengirim uang ke Elsya, melainkan sebaliknya. Dalam pengakuannya, Elsya yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin jurusan Hubungan Internasional itu mengaku dialah yang mentransfer uang ke rekening Fathanah. Dia juga membantah kenal dengan Fathanah.
Menurut penuturan Elsya, uang itu masuk ke rekeningnya secara berangsur dari ayahnya, Mulyadi. Dia kemudian diminta menyimpan uang itu. Sebelum diperintahkan mentransfer ke Fathanah. Alasannya, sang ayah tidak memiliki rekening di bank yang sama dengan rekening milik Fathanah.
Mulyadi, diketahui merupakan salah satu anggota tim sukses pasangan mantan cagub Ilham Arif Sirajuddin dan Azis Qahhar Mudzakkar. Uang yang dititipkan ke anaknya, merupakan urunan dari teman-temannya yang kemudian diberika ke Ilham Arif Sirajuddin sebagai mahar ke Partai Keadilan dan Sejahtera.
"Saya kirim uang itu atas perintah Pak Ilham dan sepengetahuan saya uang itu merupakan dana politik," ujarnya di Makassar, Kamis (23/5) kemarin.
Menanggapi itu pengakuan Elsya dan Mulyadi, juru bicara DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan tidak tahu menahu ada dana politik Rp 2 miliar sebagai kompensasi mendukung Ilham-Qahhar di Pilgub Sulsel yang berlangsung Januari lalu.
"Silakan saja dibuktikan. Tapi kami heran, bagaimana mungkin Fathanah menjadi orang yang on behalf (mengatasnamakan) PKS untuk mendukung Ilham Arif Sirajuddin," kata Mardani yang dihubungi merdeka.com, Jumat (24/5).
Sekali lagi, tegas Mardani, Fathanah bukan kader dan pengurus PKS. Adapun kedekatannya dengan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq adalah urusan pribadi, tidak terkait kebijakan partai.
PKS, lanjut Mardani, sangat selektif bahkan sangat jarang melibatkan orang di luar struktur partai dalam kebijakan strategis, apalagi seperti pilkada. "Kita menghindari hal seperti itu, karena kita tidak tahu orientasi mereka apa, perilakunya seperti apa dan lain-lain," ujarnya.
Soal mahar atau biaya politik dalam pilkada, Mardani mengatakan, DPP PKS biasanya menyerahkan pada pengurus di wilayah yang mengerti lapangan. DPP hanya memberi rambu-rambu terkait dana berupa '3 Aman' yakni, aman secara syar'i, aman secara hukum, dan aman secara politik.
"Kita juga mendukung calon yang visi dan misi perjuangannya sama, antikorupsi, sudah memiliki hubungan struktural dan kultural dengan PKS, dan punya basis massa yang sama dengan pemilih kita," papar Mardani.
Soal duit Rp 2 miliar itu, Mardani menolak jika PKS disebut kecolongan. "Akan kita tindaklanjuti informasi itu," pungkasnya.
Baca juga:
Anak cantik modal gaet menantu kaya?
Luthfi pernah janjikan orangtua Darin rumah Rp 3 M dan apotek
5 Cerita Darin Mumtazah di mata tetangganya
PPATK: Ada 40 wanita penerima dana Fathanah, termasuk artis
Busyro: PKS bukan partai malaikat (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya