Nurdin Halid sebut revitalisasi kepengurusan Golkar tergantung peserta Munaslub
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto diminta melakukan revitalisasi kepengurusan DPP sehingga dapat merealisasikan targetnya memulihkan kejayaan Partai Golkar. Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, pelaksanaan revitalisasi kepengurusan tergantung peserta munaslub.
Nurdin memaparkan, yang disetujui melalui munaslub adalah menetapkan ketum berdasarkan konstitusi, dari pleno lalu rapimnas. Baru kemudian diberi mandat pada ketum untuk revitalisasi.
"Agar Pak Airlangga bisa membentuk team work yang kuat, solid, memiliki kompetensi, kapasitas sehingga bisa mempercepat pelaksanaan program partai. Menuju daripada pemenangan seluruh kompetisi politik, baik Pilkada serentak, maupun Pileg dan Pilpres. Tergantung pada ketum untuk revitalisasi, itu kalau disetujui peserta munaslub," katanya di arena Munaslub Partai Golkar, JCC, Jakarta, Selasa (19/12).
Menurutnya, revitalisasi sebaiknya jangan dilakukan melalui formatur karena harus ada pemilihan yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
"Jangan lewat formatur. Kalau pakai itu berarti ada pemilihan, bisa menciptakan kepentingan, merombak lagi, malah terjadi perpecahan," ujarnya.
Perombakan atau revitalisasi, lanjutnya, dilakukan terbatas tergantung kebutuhan partai dan kebutuhan ketua umum sebagai pemimpin tertinggi guna memperkuat jajarannya.
Jika perombakan dilakukan secara drastis, menurutnya, bisa memunculkan berbagai kepentingan di dalamnya. "Dari 310 pengurus bisa saja tinggal 20 persen. Ini kan bukan justru mensolidkan partai tapi menimbulkan bibit perpecahan. Itu tidak kita inginkan," ujarnya.
Nurdin mengaku tak masalah jika nantinya dicopot jadi Ketua Harian jika Ketum menghendaki.
"Jabatan itu bukan abadi, itu amanah. Kalau ketua umum menganggap perlu pergantian ketua harian, ketua anu anu, enggak masalah, karena dia diberi mandat munaslub," tutupnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya