Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mundur jelang putusan, Setnov dinilai tak jantan

Mundur jelang putusan, Setnov dinilai tak jantan Setya Novanto. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sidang pelanggaran etik Setya Novanto di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai antiklimaks. Apalagi sejumlah fraksi malah mengusulkan pembentukan panel.

"Apakah puas sidang yang panjang, tentu tidak puas, tidak ada putusan. Yang ada kumpulan putusan," kata Direktur Executive Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, dalam Konfrensi Pers Koalisi Masyarakat Anti Mafia Parlemen tentang Putusan MKD atas Kasus Setnov, di Dres Kopitiam, Jalan Agus Salim No 23, Jakarta Pusat, Kamis (17/12).

Dia juga menilai sikap pengunduran diri yang diambil Setnov sangat tidak gentleman. Apalagi hal itu baru disampaikan di akhir-akhir persidangan.

"Ini omong kosong, soalnya tinggal diketok. Pengunduran diri ini cara yang tidak gentle Novanto," ujarnya.

Menurut Ray, selama persidangan kasus itu, sikap Fraksi Golkar dan Gerindra dinilainya paling aneh. Keduanya dianggap tak sungguh-sungguh menyidang kasus itu.

"Awal mereka mempermasalahkan legal standing, kok akhir menghukum berat. Ini di luar nalar. Ini aneh. Dari Golkar dan Gerindra tidak ada keinginan tulus dari mereka," katanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP