Makan nasi bungkus bersama, cara Gus Ipul serap aspirasi petani
Merdeka.com - Lahan pertanian di Jawa Timur mulai susut. Akibatnya, kesejahteraan petani menurun. Padahal, provinsi timur Pulau Jawa ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Kondisi ini diketahui Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri undangan tokoh pelopor petani, Arum Sabil di City Forest and Farm HM Arum Sabil di Jember, Jumat (15/12).
Di acara itu, Gus Ipul berkesempatan sarapan nasi bungkus bareng dengan ratusan petani. Ada obrolan ringan di sela makan-makan pagi itu. Mereka pun membicarakan masalah yang dihadapi para petani di Jawa Timur. "Ada banyak hal yang saya tangkap dari obrolan itu bersama para petani," aku Gus Ipul.
Beberapa kendala yang dihadapi para petani, lanjut dia, di antaranya adalah susutnya lahan produktif. Padahal di satu sisi kebutuhan pangan semakin naik. Nilai tukar petani juga belum ideal sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan bagi petani.
"Selama ini petani menjual produk mentahnya ke kota. Jual gabah ke kota, padahal mereka beli beras dari kota. Ke depan petani harus jual beras jangan jual gabah," kata Gus Ipul.
Sementara beberapa petani yang antusias sarapan bareng, mengaku senang bertemu langsung dengan Gus Ipul. Salah satunya adalah Maslihah. "Selama ini saya sering lihat di TV waktu pengajian. Sekarang bisa sarapan bareng Gus Ipul," aku perempuan 36 tahun yang setiap hari menggarap lahan di City Forest and Farm.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya