Lawan Isu Anti Islam dan PKI, Timses Jokowi Bakal Lebih Ofensif
Merdeka.com - Cap anti Islam dan PKI ke capres petahana Joko Widodo (Jokowi) masih membekas. Masyarakat Jawa Barat khususnya banyak percaya akan isu yang digulirkan pada Pilpres 2019.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago mengatakan bakal lebih aktif mengkonter isu tersebut di masyarakat. Sebab isu PKI sangat membunuh karakter Jokowi.
"Sekarang waktunya kita melawan, untuk tidak lagi diam, untuk tidak lagi dianiaya, untuk tidak lagi dikriminalisasi," ujarnya di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (14/12).
Senada, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menyampaikan tidak lagi defensif menghadapi fitnah. Dia ingin timses lebih ofensif dalam menangani isu.
Irma menjelaskan, maksud Erick itu adalah agar ketika diserang dengan fitnah, tidak lagi cuma diam.
"Selama ini kami tidak menanggapi isu-isu yang dilontarkan kepada kami walaupun itu tidak dengan data tapi sekarang kita tidak lagi bisa diam. Kita sudah harus menyatakan kepada mereka bahwa itu salah dan ini data. Itu bohong dan ini datanya," jelasnya.
Serta, maksud ofensif itu bukan melawan dengan serangan balik lewat cara fitnah. Tapi dengan mempertimbangkan ambil jalur hukum.
"Kalai itu tidak dibenerin kalau hoaks fitnah itu tetap dilakukan, maka kita akan laporkan pada pihak yang berwajib dan kita akan bertarung di sana," ujarnya.
"Itu arti menyerang yang disampaikan pak ET. Bukan menyerang tanpa data membabi buta, kita tidak menggunakan hoaks, tidak menggunakan SARA, tidak menggunakan fitnah," tandas Irma.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya