Presiden Joko Widodo mengumpulkan menteri-menterinya di Kantor Presiden untuk melakukan sidang kabinet paripurna. Adapun agenda utamanya adalah membahas rencana kerja pemerintah tahun 2016."Sebelum masuk ke pokok rencana kerja pemerintah 2016, saya ingin sampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pencapaian program yang kita lakukan," kata Jokowi dalam sambutannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/6).Pertama, Jokowi meminta seluruh kementerian dan lembaga menyampaikan laporan program 6 bulan mulai November sampai April 2015. Selanjutnya, Jokowi meminta kementerian dan lembaga pemerintah untuk menyampaikan rencana program 6 bulan ke depan. Mulai dari bulan Mei sampai Oktober secara rinci."Saya minta 2 hari ini dapat diselesaikan. Tetapi tidak lebih dari 2 halaman," terang dia.Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal masalah impor. Kepada seluruh kementerian lembaga diharapkan jangan melakukan impor selagi di dalam negeri dapat kebutuhan barang tersebut dapat diproduksi dan dioptimalkan."Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh kementerian lembaga terutama BUMN kita dalam rangka strategi mengurangi impor kementerian lembaga agar menginventarisasi daftar kebutuhan barang," jelas Jokowi."Kalau barang-barang itu harus diimpor tolong dilihat lagi substitusi barangnya ada enggak yang bisa diproduksi di dalam negeri. Lalu Menperin harus bisa mencarikan solusinya di mana barang ini diproduksi," imbuhnya.Menurut Jokowi, banyak contoh barang yang harusnya diproduksi di dalam negeri dan tidak harus dilakukan impor. Misalnya seperti produksi pipa."Contohnya banyak, misalnya pipa masih impor padahal di Batam kita pipa sangat bagus, kualitas bagus, tetapi hanya 40 persen yang dipakai karena BUMN impor. Ini stop agar produksi dalam negeri semua bisa bergerak," tutupnya.
Jokowi instruksikan seluruh kementerian kurangi impor barang
"Ini stop agar produksi dalam negeri semua bisa bergerak," kata dia.
Advertisement
Rekomendasi