Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan, penolakan puluhan warga Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat tidak menyurutkan Ahok untuk melakukan blusukan. Menurut Ruhut, penolakan itu sebagai bentuk penzaliman terhadap Ahok yang nantinya bisa saja berubah menjadi cinta."Itu sudah hukum alam orang dianiaya terzolimi, orang makin cinta. Apalagi orang sudah merasakan hasil kerja Ahok di Jakarta ini," ujar Ruhut saat dihubungi, Kamis (3/11).Pria kelahiran Medan, 24 Maret 1954 ini menilai, kelompok yang menolak Ahok adalah kelompok kiri dengan skala kecil. Sementara sebagian besar warga di Palmerah, Kebon Jeruk tergolong pendukung Ahok."Kan yang nolak-nolak itu ekstrim kiri. Itu daerah Kebon Jeruk itu pendukung Ahok. Kan mereka tahu, mereka datang waktu itu," kata Ruhut.Kendati masih ada yang menyerang Ahok, Ruhut meyakini elektabilitas Ahok semakin melonjak. Mantan Ketua DPP Partai Demokrat ini juga yakin nantinya Ahok menang dalam satu putaran saat Pilgub DKI 2017 berlangsung."Makin meroket makin mantap. Makin yakin satu putaran menang," kata Jubir Timses Ahok-Djarot ini.Ahok dikejar warga saat berkunjung ke Rawa Belong pada Rabu (2/11). Akibat dikejar warga, Ahok terpaksa dievakuasi ke Polsek Kebon Jeruk dengan menggunakan angkutan umum setelah didemo dan dikejar warga.Semula, Ahok menyapa warga Rawa Belong sembari bersalaman dan berfoto. Namun, saat mantan politisi Gerindra ini memasuki Jalan Ayub, ada puluhan warga yang datang dari arah belakang rombongan mengejar Ahok.
Insiden didemo warga, Ruhut makin yakin Ahok menang satu putaran
Insiden didemo warga, Ruhut makin yakin Ahok menang satu putaran. Ruhut Sitompul mengatakan, penolakan puluhan warga Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat tidak menyurutkan Ahok untuk melakukan blusukan. Menurut Ruhut, penolakan itu sebagai bentuk penzaliman terhadap Ahok.
Rekomendasi