Dedi Mulyadi harus minta restu DPP Golkar jika mau maju Pilgub Jabar

Dedi Mulyadi harus minta restu DPP Golkar jika mau maju Pilgub Jabar. Pengurus DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara mengatakan bahwa Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi siap untuk mencalonkan diri dalam perhelatan pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2018 mendatang. Pernyataan itu menurutnya bukan tanpa dasar.

Bram Salam
Oleh Bram Salam - Reporter
Dedi Mulyadi harus minta restu DPP Golkar jika mau maju Pilgub Jabar
Bupati Dedi Mulyadi. ©2015 Merdeka.com

Pengurus DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara mengatakan bahwa Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi siap untuk mencalonkan diri dalam perhelatan pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2018 mendatang. Pernyataan itu menurutnya bukan tanpa dasar.Ia melihat, Dedi kerap menghadiri undangan tokoh dan komunitas di wilayah yang tersebar di provinsi yang tingkat intoleransinya tertinggi di Indonesia tersebut."Iya, Pak Ketua siap maju. Beliau selama ini sering melakukan roadshow," kata Iswara usai menghadiri diskusi publik Rapor Parpol di 101 Pilkada dan Potret Religiusitas dan Toleransi di Jawa Barat yang diselenggarakan di Hotel Mitra, Kota Bandung, Kamis (2/3).Meski begitu, Iswara tidak memungkiri bahwa banyak tahapan yang harus dilalui oleh Bupati Purwakarta yang juga Budayawan Sunda tersebut. Ia menyebut paling tidak, ada dua hal yang harus ditempuh.Pertama, restu Dewan Pimpinan Pusat partai berlambang pohon beringin tersebut, kemudian yang kedua adalah hasil survei baik yang dilakukan oleh internal partai maupun lembaga independen. Iswara juga meyakini, Dedi Mulyadi akan unggul bersaing dengan nama-nama yang santer disebut akan maju dalam perhelatan lima tahunan di Jawa Barat itu seperti Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar.Fokus Partai Golkar masih menurut Iswara, bukan hanya soal Pilgub Jawa Barat, melainkan 16 Pilkada yang akan diselenggarakan di Kabupaten/Kota di Jawa Barat, seluruhnya menjadi prioritas partainya."Treatment untuk 16 Pilkada di Jawa Barat memang terus kami lakukan, timnya sudah dibuat. Kita ketahui untuk mengolah Jawa Barat ini berbeda dengan mengolah daerah lain," pungkasnya.

Rekomendasi