Cak Imin: Santri zaman now harus mampu menangkan persaingan di segala bidang

Blusukan ke sejumlah pondok pesantren di wilayah Priangan Timur Jawa Barat, Ketua Umum DPP PKB Muhamin Iskandar memberikan motivasi kepada sekitar 2.500 santri Ponpes Riyadul Ulum Wal Dakwah Condong Kota Tasikmalaya, Senin (19/3). Di hadapan ribuan orang yang hadir, dia mengajak santri memenangkan persaingan.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Cak Imin: Santri zaman now harus mampu menangkan persaingan di segala bidang
cak imin naik vespa di tasikmalaya. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Blusukan ke sejumlah pondok pesantren di wilayah Priangan Timur Jawa Barat, Ketua Umum DPP PKB Muhamin Iskandar memberikan motivasi kepada sekitar 2.500 santri Ponpes Riyadul Ulum Wal Dakwah Condong Kota Tasikmalaya, Senin (19/3). Di hadapan ribuan orang yang hadir, dia mengajak santri memenangkan persaingan di segala bidang.

"Dunia terus berubah. Tantangan santri juga berubah. Buktikan bahwa santri zaman now mampu memenangkan persaingan di segala bidang. Dunia ke depan, adalah dunia yang akan dipimpin oleh para santri," kata Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar yang beberapa bulan lalu di daulat jadi panglima Santri.

Turut hadir dalam giat tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Artis Pelantun 'Aku Lelaki Mu' yang juga jebolan Indonesian Idol Muhamad Devirza.

Untuk memenangkan persaingan, kata Cak Imin, syaratnya santri harus memiliki kompetensi di atas standar. Kompetensi yang standar belum tentu memenangkan persaingan, apalagi jika di bawah standar. Oleh karenanya, santri tak hanya menguasai ilmu agama, namun juga keahlian tertentu.

"Santri juga harus belajar di atas rata-rata, bekerja keras, serta takzim pada kiai agar ilmu yang dipelajarinya barokah (bermanfaat lebih)," tambahnya, disampaikan dalam siaran pers.

Bagi Cak Imin, salah satu kelebihan santri adalah memiliki karakter yang kuat, yakni disiplin, dan kejujuran.

Cak Imin yang sempat menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi berbagi cerita percakapannya dengan beberapa praktisi human resource development di beberapa perusahaan saat menjabat Menteri. Dari percakapan tersebut ada kesimpulan, kejujuran menjadi pertimbangan utama dalam menerima pekerja. Pasalnya, kejujuran tidak bisa diciptakan secara instan. Sementara skill lebih mudah dipelajari.

Dengan karakter kuat serta kompetensi yang di atas rata-rata, santri bisa menjadi pebisnis, birokrat, akademisi, politisi, seniman, petani dan sebagainya.

"Sekali lagi, tunjukkan bahwa santri zaman now mampu memenangkan persaingan di segala bidang," tandasnya.

Rekomendasi