Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Adhie Massardi bentuk PSV bantu pemilih golput gunakan hak suara di Pilpres 2019

Adhie Massardi bentuk PSV bantu pemilih golput gunakan hak suara di Pilpres 2019 Eks Jubir Gus Dur bentuk perkumpulan. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Eks Juru Bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Adhie Massardi membuat Perkumpulan Swing Voters (PSV). Di bentuknya PSV bertujuan membantu masyarakat yang Golput supaya memilih di Pilpres 2019.

"Kami tidak ingin golput meninggi makanya kita akan membantu agar pemilih cerdas. Ini kesadaran moral kami memasuki era demokrasi," kata Adhie di Anomali Cafe, Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Adhie mengatakan, PSV akan memiliki banyak volunteer-volunteer yang bekerja lewat media sosial guna meyakinkan masyarakat yang belum menentukan pilihan politik. Adhie menyebut ada 30 persen pemilih yang golput pada saat Pilpres 2014 silam. Dia menekankan, PSV akan bersifat independen saat memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Harus ada tempat yang menetralisir, memberi tahu apa saja yang dipilih, jika dipilih akan seperti apa. Sampai detik ini belum ada kelompok yang mengkritisi konsen kampanyenya. Kami Perkumpulan Swing voters akan menyampaikan hal ini," tutur Adhie.

Lanjutnya, PSV akan bekerja mempelajari semua gagasan dari kedua pasangan calon presiden dengan bekerja sama dengan para ahli-ahli bidang terkait untuk meneliti gagasan para paslon Pilpres. PSV akan meneliti dan memaparkan dampak maupun manfaat jika memilih salah satu paslon tersebut.

"Kami nanti akan menyisir kalangan intelektual dari kampus-kampus, para ulama dan lain-lain untuk kami berkumpul. Kira-kira hanya sebagai event organizer aja. Kami berharap temuan-temuan kami akan jadi referensi untuk para pemilih yang belum menentukan sikapnya. Tentu kami akan integritas," ungkap Adhie.

Lebih lanjut, dia menegaskan, PSV akan independen dan tidak memihak selama masa kampanye Pilpres 2019. Jelang pemilihan pada bulan April 2019 nanti, PSV baru merekomendasikan salah satu paslon kepada masyarakat berdasarkan analisisnya.

"Kalau kita independen, kami akan independen tapi saat di akhir kampanye kita akan evaluasi dan kami akan memberikan saran arah swing voters (agar memilih) ke sini (kesalah satu paslon)," jelas Adhie.

Di kesempatan sama, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) , Siti Zuhro mengatakan swing voters lebih memilih Jokowi Pilpres 2014 lalu. Dia berharap PSV bisa mengetahui arah swing voters pada Pilpres 2019.

"Kemenangan Jokowi-JK di 2014 tak lepas dari kemenanganya meyakinkan swing voters yang waktu itu sekitar 40 persen dan lari ke Jokowi-JK waktu itu. Pertanyaanya ada dukungan yang pindah kedua calon dan cenderung kemana. Kita tidak tahu saat ini. Kalau iya kenapa dia pindah. Jadi perkumpulan Swing Voters ini kedepannya harus menjelaskan kekita," paparnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP